Dibalik setiap Akun, Selalu Ada Manusia yang juga punya perasaan. Stop Bullying! Stop Hating!



Oke malem-malem gini jadi tergelitik buat ngeblog karena baca postingan mas Alitt Susanto. Sebenernya pengen ngebuat postingan ini dari dulu cuma berhubung jadwal ngeband lagi sibuk-sibuknya jadi baru bisa diupdate sekarang. *sokiyabangetya

Kemarin sempet sedikit tertonjok dan terngiang-ngiang, agak lebay tapi ini serius. Postingan aku yang,



Sempet dibaca oleh salah satu temanku dan aku cukup kaget dengan reaksi dia. Di setiap post di blogku, baru-baru ini memang sedikit kusisipkan cerita ilustrasi tentang Ucok dan Butet supaya lebih santai dibaca dan sedikit melatih sense of comedyku, melatihku untuk menulis komedi ditambah aku menyelipkan tips-tips absurd di akhir cerita, nah ini respon teman 'Baikku' ini.


TULISANMU ITU EMANG MAKNANYA APA?
JUDULNYA KEK FTV
GAK ADA MAKNANYA,
MUDAH KETEBAK
TERLALU PANJANG DAN GAK ADA NAMAKU
CAPEK BACANYA

Nah sebelumnya, dia minta tolong aku buat nulis tentang dia di blogku cuman emang gak aku bikin karena aku belum ketemu idenya tapi setelah ngebaca komentarnya tentang postinganku, aku langsung termotivasi untuk bikin tulisan tentang dia dan orang-orang semacem dia ini. 

Di kala jam kerja, aku lagi lietin laptop yang isinya beribu-ribu baris kode program yang selalu sukses bikin aku stres sambil main hape dan seketika ngebaca respon teman baikku itu? Yes it's hit me so much. Seharian fokus kerja jadi hilang, padahal paginya aku lagi semangat-semangatnya karena baru update postingan blog yang tadi. Kerja sambil nyuri sesekali mantau statistik di blog namun mendadak terngiang-ngiang,

TULISANMU GAK ADA MAKNA
TERLALU PANJANG 
MUDAH KETEBAK
MUDAH KETEBAK
KAYAK FTV
KAYAK FTV
GAK ADA MAKNA
GAK ADA MAKNA
CAPEK BACANYA

Seharian kata-kata itu seperti mengitari seisi kepalaku, terulang-ulang terbisik seperti suara entah darimana, aku ngerasa hancur, bad mood dan gak tau, semua perasaan bercampur, rasa emosi, rasa gagal dan rasa "Keknya aku ga cocok jadi blogger", rasa pengen berhenti. Mungkin memang bagi kalian kata-kata yang dibilang temenku itu "Biasa aja", halah gitu aja Baper, gak dewasa, gak terima masukan, gak terima kritik, dasar kanak-kanak. Tepatnya aku kesulut emosi membacanya, mataku dibutakan dan terlanjur kalap sehingga luput menyadari bahwa sebaik apapun orang pasti akan selalu ada yang tidak suka kepadanya. Memang sudah menjadi resiko bahwa setiap karya akan mendapat respon positif ataupun negatif, nah disini lah kadang memerlukan kedewasaan untuk menerima apapun respon tersebut, ambil hikmahnya buang yang tidak perlu, namun ternyata itu ga segampang ketika mempraktekkannya, memang aku juga masih belajar untuk hal-hal seperti itu, it's not easy. 

Jam Break kantor pun tiba, entah kenapa makanan jadi satu-satunya obat Perut Lapar *yaiyalah. 

Setelah makan dan mulai tenang, akhirnya aku coba ngambil sisi positif walaupun gak ada dari komentar dia yaitu menurut dia ceritaku terlalu panjang, berarti mungkin selera dia cerpen, terus judul kek FTV berarti selera dia bukan FTV mungkin seleranya judul dan Mbak Yul *itutuyuul, berikutnya, katanya ceritaku mudah ketebak berarti mungkin dia udah jago menebak cerita apapun , terus ceritaku gak ada makna, nah di poin ini sebenernya aku kurang setuju, kalo dia membaca baik-baik, postinganku itu bermakna buat Secret Admirer, nah ini berarti dia ga baca sampek habis dan poin perkataan dia terakhir yaitu capek bacanya, yaelah kalo gak mau baca gak usah baca, ngapain dibaca kan beres. Intinya apa yang aku buat sebenernya hanya tidak sesuai selera dia saja. Kenapa gak diabaikan aja terus nyari yang sesuai selera? Kenapa malah dikomentari padahal gak ngebaca sampek habis?

Perhatikan apa yang aku Bold,

Sebenernya ini bukan nyinyiran buat teman baikku itu, BUKAN! cuma sedikit kata-kata untuk kasus yang hampir sama.

Sekuat apapun kita memberikan penjelasan, orang seperti ini biasanya udah kalap, dia lebih memilih berkomentar tanpa benar-benar memahami apa yang sebenarnya dia komentari, dia udah terlanjur buta hati dan secara brutal mencecar apa yang dianggapnya buruk tanpa pernah berpikir dua arah, tanpa pernah nyoba ngerti posisi si penerima kritik atau orang yg mendengarkan komentar dia, tanpa pernah mengerti ada manusia dibalik akun tersebut. Bagi dia, sebuah kepuasan untuk bisa menyinyir orang dan menjadikan seseorang sebagai pelampiasan emosinya dan tak jarang mereka melakukan itu tanpa rasa bersalah. Nice.

Nah sebenernya ada perbedaan yang jelas kok antara Kritik, Saran dan Nyinyir. Kritik itu biasanya agak pedes. Kritik singkong *itukripikwoi, Kritik dan Saran itu biasanya sifatnya membangun alias memberikan gambaran solusi kepada sang penerima kritik sehingga kedepannya dia bisa lebih baik, nah membedakan Kritikan dan Nyinyiran itu gampang kok, like this.

"Tulisanmu itu terlalu panjang, Coba dipadetin lagi dan buang kata-kata yang gak penting,"

"Tulisanmu itu terlalu panjang, Capek aku bacanya"

See? Kritik biasanya menghasilkan solusi biar kita kedepannya lebih baik. *CMIIW yak.

Untuk satu postingan blog biasanya aku perlu riset seharian dan browsing-browsing tentang topik yang akan aku kerjakan dan ngetiknya selama 1-2 hari tergantung mood, nah 1 artikel bisa 3 hari siapnya bahkan lebih. Bayangin hasil jerih payah selama 3 hari direspon dengan kalimat-kalimat yang? Oke mungkin ada yang mikir aku juga terbiasa melakukan itu ke orang sehingga orang ngelakuin itu juga ke aku? NO!
Aku paling takut ngekritik orang lain kalo aku gak bener-bener ngerti apa yg aku kritik, bahkan ketika aku ngerti pun aku biasanya orangnya gak enakan. Berdasarkan pengalaman hidup cara mengkritik atau memberi saran paling keren menurutku adalah cari dulu kelebihan yang ada baru berikan saran dan kritik. Tips ini selain membuat orang jadi respect sama kita, orang juga bakal fokus ngedengerin kritik kita. Ya kebiasaan ini sering aku lihat pada temen-temenku yang berjiwa pemimpin, aku pun meniru hal itu, gapapa kan niru hal yang baik? ya gapapa dongg.

Mungkin aku cuma contoh kecil dari banyak kasus seperti ini. Kenapa sih aku sampek segininya dan mengangkat ini ke postingan Blog?

Sekarang jaman udah jaman Sosial Media banget, semua orang memiliki kebebasan serta kesempatan untuk berkomentar tanpa perlu bertatap muka secara langsung dan juga dapat berkomentar seenak 'udel'. Dari semua lapisan masyarakat, dari anak TK sampek Nenek-nenek, semuanya tinggal mengetik komentar diatas Keypad Smartphone maupun Keyboard komputer. Hal-hal ini yang melahirkan jagoan-jagoan baru, yap mereka dipanggil Jagoan Keyboard, Pendekar Keypad dan Preman Online. Biasanya, mereka hanyalah pecundang di dunia nyata. Jari-jemarinya lembut mengetik namun dengan keras mengejek orang dengan Bahasa-bahasa tak layak dan memindahkan semua binatang dan anatomi kelamin manusia ke kolom komentar. Aku yakin sebenarnya orang-orang seperti ini gak benar-benar segahar dan sesangar apa yg diucapinnya di dunia maya. Namun preman-preman online ini berkembang dan tumbuh cukup pesat, Mulut maju duluan tanpa pernah ngerem make otak dan menghasilkan komentar-komentar sadis tanpa pernah bener-bener nyari fakta terlebih dahulu. Dan entah kenapa biasanya preman online ini karyanya itu gak ada alias mereka gak bisa apa-apa, kenapa mereka gak bisa apa-apa? karena waktu mereka hanya habis untuk mencari kekurangan atau mencari bahan untuk menghina dan mencaci tanpa kepikiran untuk intospeksi diri sendiri. yang ada hanya menebar kebencian, mengajak orang-orang sekitarnya untuk ikut ngebenci tanpa alasan yang jelas dan hanya didukung opini,


"Alay kali sih, jijik aku liatnya,"
"Gak tau, gak suka aja aku, kebanyakan gaya, sok ganteng!"
"Hina kali iss apa sih itu!,"  

Bayangin. Aku yang sedewasa ini *cieelah kadang bisa terbawa mental minder karena satu komentar apalagi anak-anak yang sedari kecil mungkin baru memulai bermimpi? Sedikit-sedikit mereka mau menunjukkan karyanya, mereka bakal malu dan takut dikomentari temannya, takut dibilang Alay, takut diejek dan takut-takut lainnya. Bayangin? Sengeri itu efeknya kan? Belum maju aja udah takut dicecar? Bisa jadi, mimpi-mimpi besar mereka hancur hanya karena satu komentar nyinyiran kita, cita-cita mereka tewas tertusuk kata-kata tajam dari Oknum-oknum preman online ini. Dan itu baru mau mulai maju, gimana kalo mau konsisten terjun? tentu semakin banyak orang-orang yang akan melempar batu-batu ejekan. Terasa kan bagaimana dampak bagi korban? mereka menjadi hidup dengan bayang-bayang ketakutan, mungkin bisa mengalami depresi, serta merasa apa yang dilakukannya serba salah dan jelas ini menghambat prestasi dan kemajuan mereka.

Percaya atau enggak, semuanya udah terjadi terlalu jauh, ada yang bahkan sampek bunuh diri karena menjadi Korban Hate Comments atau Cyber Bullying, ada yang depresi dan menarik diri dari lingkungannya karena malu menjadi bulan-bulanan bahkan ada yang menerapkan kebiasaan bullying itu di lingkungannya, yang biasanya dia jadi korban ejekan akhirnya dia juga mencari mangsa untuk dicaci maki, so cruel! right?!. 

Sebagai seorang content creator, Aku juga tidak bisa bohong bahwa apresiasi dari para pembaca blog atau pun penonton channel youtubeku merupakan hal yang sangat penting dan juga bensin untuk terus maju serta menghasilkan konten-konten baru. Siapa sih manusia yang gak ingin dihargai karyanya? Dipuji atas jerih payahnya membuat karya? Yes, honestly, i need something like that. Komentar-komentar seperti,

"Ngakak loh bang,"
"Gila, ngakak bacanya bang,"
"Ditunggu ya bang postingan selanjutnya,"
"Bang, Mesan Cinta ga harus memiliki 1 ya bang." 

Hal diatas memang simple, tapi percaya deh kami para content creator yang ngebaca komentar-komentar seperti diatas ngerasa bahagia, dihargai dan terharu bisa dapet apresiasi seperti itu dari kalian. Komentar seperti ngakak bang, ditunggu post selanjutnya itu hal kecil yang dampaknya gede buat kami-kami para content creator. Apalagi yang komen itu mantan, mantan yang paling cantik. Itu tuh sama kayak udah jatuh, ketimpa raisa. 

Buat Semua yang mungkin membaca postingan ini, aku pengen ngajak kita untuk lebih bijak dan dewasa lagi dalam berkomentar baik makek sosmed atau apapun itu, Berikan lah kritik dan saran yang membangun bukan yang menghancurkan, kalau kalian gak suka udah abaikan aja gak usah dilihat apalagi dikomentari yang enggak-enggak. Karena kita gak pernah tau Effort yang dihabiskan untuk membuat apa yang kita ejek itu. Stop sebarkan ujaran kebencian, hate comments, cyber bully, atau mengomentari karya-karya orang lain dengan kata-kata tak layak, emang sih semuanya bebas berkomentar namun belajar menghargai karya seseorang, hargai sekecil apapun itu. Karena aku percaya, hidup ini seperti tabur-tuai, 


If you share kindness, you will get kind, If you share hate, absolutely you will get hated. Menabur kebaikan akan menuai yang baik, menabur kebencian akan menuai yang benci juga.
Yosafat - Jomblo 23 Tahun

Dan selain itu, aku juga pengen nyemangatin diri sendiri serta temen-temen yang sekarang mungkin lagi dicecar karena karyanya, atau sebenernya pgn do something tapi malu takut diejek, atau yang sekarang sedang dibully-bully atau bertubi-tubi kena hate comments, SEMANGAT!. Aku tau ini sangat klise, aku pun masih terus belajar untuk dewasa, menutup telinga, mengabaikan komentar negatif, melihat sisi positif dari suatu komentar dan masih terus mengintrospeksi diri. Sabar lah! Tutup mulut mereka dengan karya kita. Membalas? Tidak! kita tidak punya cukup waktu untuk melakukannya. Lebih keren lagi kalau kalian mau mendoakan orang-orang yang sering ngebully kalian, Suerr salut ama yg bisa kyak gitu, aku? ya aku gak gitu-gitu juga sebenernya. Paling diem sambil emosi dulu bentar habis itu makan, udah tenang baru lah lihat sisi positifnya. *kenapaharusmakandulusih.

Aku pernah baca kalimat Orang yang dibully, Nasibnya biasanya jauh lebih beruntung dari pembullynya. Kalimat ini bukan berarti kebanggaan loh ya buat menjadikan diri kamu bahan bullyan, NO!. Menurutku kenapa bisa seperti itu? Manusia selalu punya jatah masing-masing dalam hidupnya, jatah dimana dia senang, jatah sedih, jatah dia gagal, dan jatah dia berhasil. Tuhan selalu adil pada masing-masing jatah ini. Ketika dibully, kita menghabiskan jatah-jatah sial dalam hidup kita dan aku yakin setiap manusia punya batas jatah sial masing-masing, gak mungkin kan sialnya terus-terusan, sehingga ketika dibully atau diejek sebenernya kita sedang ngabisin jatah sial itu dan lagi nabung jatah hoki anggap aja tabungan hoki buat masa depan. Mungkin teori yang sangat asal-asal ini perlu sedikit dibaca dengan berulang-ulang, pelan-pelan dan dengan seksama agar lebih dapet maknanya serta lebih dapet bikin cewek dapet emosi. Namun tetap juga semuanya itu harus didukung kerja keras dan keinginan untuk maju serta keberanian menjemput keberhasilan. Tuhan tau kok kapan melepaskan bahagia kepada umatnya, God has perfect timing men!.

Sekian dan Terima Gaji

BRAVO! 
GOOD PEOPLE!

Karena dibalik setiap akun, selalu ada manusia yang memiliki perasaan






Previous
Next Post »
2 Komentar

YUK DITUNGGU KOMENTARNYA TEMAN-TEMAN