Cerita Cinta - PART XX-Menata Hidup


Baca dari awal dulu yuk  (Right Man In The Wrong Love)


"Yog, aku minta maaf, aku pgn ngmg sesuatu," tertera kalo ternyata pengirim sms itu Karin. 

"ngomong apa?" balasku. 

"please, kasih aku kesempatan. Aku janji bakal berubah. Aku pengen kita balikan yog! please kasih aku kesempatan! 


"Apa sih nih anak maunya ah!" batinku.

Tanpa berfikir panjang aku langsung matiin Handphone dan langsung kembali berbaring ke kasur tidurku sembari menutup mata dan merenung, but wait, Aku menyadari sesuatu.

"Iya, aku mau kita balikkan tapi," jawabku via sms.

Setelah ngelalui smsan bak drama FTV yang kalo aku tulis disini bisa bikin kalian semua jadi mual, bibir pecah-pecah, gangguan kehamilan dan janin, apasih!. Singkatnya aku balikkan dengan Karin dan karena aku juga belum pernah ketemu dengan dia jadi aku niat pgn dateng kerumahnya sekalian liat langsung gimana dia aslinya, soalnya kalo liat di sosmed memang everybody knew woman is great to create the best photos even woman like "Mimi Peri", wait woman? or maybe half woman? or half man? or half Ghost maybe , entah lah!.

Skip.. skip

"Lek kami semua ngumpul nih di rumah Albert, sini la lek," isi sms Frans.

"Oke lek, aku siap-siap dulu ntar aku On The Way (Padahal lagi makan)," jawabku di sms.

Hari itu kami janjian buat beli Novel untuk tugas Resensi dan kami kumpul di rumah Albert sekitaran jam setengah 4, Kami 1 geng sama-sama gak ada yang pernah punya novel jadi mau gak mau harus beli baru sementara uangku udah banyak habis karena kemarin sempet ikut turnamen Game.

Rumah Albert

"Yog, ko jadi gak ikut? aduh kami semua lagi pas-pasan semua yog bukannya gak mau bantu," kata seorang temanku Eno sambil makan gorengan yang disediakan dirumah Albert.

"Iya, gapapa kok woi kalian pergi aja beli, aku kesini sekalian aku juga entar pergi kerumah kawan," kataku.

"Kerumah siapa emang lek?" tanya Albert.

"Rumah Karin lek, ko tau kan lek rumahnya karin," tanyaku ke Frans.

"Tau lah dekat lapangan bola rumahnya lek," Jawab Frans.

"Nanti anterin lah ya lek, " Pintaku.

"Oke oke habis itu aku cao ya lek lgsg ke Gr*med, Ko gimana bert novelmu?" tanya Frans.

"Aku minjem punya kakakku aja lah," jawabnya.

Entah kebetulan atau gimana, ternyata daerah rumah Albert dan Karin tidak terlalu jauh, sekitaran mungkin 10 menitan lah. Kami gerak samaan, waktu Frans dan Eno habis anterin aku kerumah Karin mereka langsung pergi ke Toko buku untuk beli novel. Aku minta Albert buat nemenin aku ketemuan ama Karin soalnya biar suasana gak Awkward aja plus biar ada dukungan moral buat aku yang waktu itu pemalu banget, Padahal sekarang juga, iya MALU-MALUIN!.
  
Terlihat olehku seorang ibu-ibu sedang menyapu halaman di depan Rumah Karin dan spontan langsung aku menyapa ibu itu dan nanya,

"Buk, ibuk mau gak jadi ibuk dari anak-anakku dan nenek dari cucu-cucuku  buk?" kataku sambil ngebuka kotak kecil merah berisi cincin Permata.

"Iya, mau NAK !"

BUKAAAAANNNN, BUKANNN ITU yang JELASNYAAA.

"Buk mau nanyak?," 

YA NANYAK AJA LAH BEGOOK !

"Ini rumah Karin ya buk? Karinnya ada?" 

"Oh iya nak, sebentar ya saya panggil dulu,"

"Kariinnn, Ini ada temannya nyariin," panggil mamanya sambil mempersilakan aku dan Albert untuk masuk kerumahnya.

Dari luar, aku melihat cewek lagi tidur-tiduran santai sambil maen hape dan mendekap bantal, ketika dia mulai beranjak dan berdiri mata kami pun beradu pandang,

"Shit! cewek ini jauh kalli dari fotonya di sosmed!," batinku.

"Di Foto CANTIK, 
"Dii FOTOOOO CANTIIIKKK"
DI FOTO CANTIIIIKKKK

YA! Hampir dua ribu kali aku ulang-ulang kata-kata itu dalam benakku. Melihat wanita yang aku pikir bisa mencapai ekspektasiku yang tinggi, ternyata, ternyata dan ternyata. Ngeliet dia aku jadi terdiam, disini bukan aku ngejudge sih merasa paling Perfect, Enggaak! Enggak gitu! tapi tolong lah kalian para wanita, jangan jago kali klen Berfoto, mbok yo jujur aja apa adanya gausah klen pakek-pakek filter(Padahal yg nulis juga gitu) biar gak pala shock kali kami ya kan kolok klen jauh kali dri aslinya, biar gak pening kepala abang dek dek, keluar kan Medan abang, Baca Pakek E Keras ya dekku.

"Hai, aku Karin," sapanya memecah lamunanku, mencairkan aku yang sempat membatu karena ekspektasi.

"Eh ayam Eh ayam!" latahku, Ya Enggak latah juga lah.

"Eh iya, aku Yoga," aku langsung menyalamin dia dengan Sianida sangking kesalnya, sorry.

Selagi duduk, aku sempet ditanya-tanyain sama mamanya Karin, dari mulai sekolah dimana, kelas berapa, kamu dimana? dengan siapa? semalam berbuat apa?. Setelah ngobrol-ngobrol dengan mamanya Karin penilaianku mamanya ini cukup Dewasa,

"YA IYA LAH BEGOK! NAMANYA ORANG TUA" Kritik batinku ke aku sendiri.

Tapi bukan itu yang ku maksud, mamanya itu waktu ngobrol sama aku bener-bener aku kyak dianggap anaknya sendiri, jangan-jangan! aku sama Karin!. Ya Kami anak yang tertukar! TAMAT!. Ya enggak lah, aku juga banyak dapat nasehat, sewaktu itu Aku dan Karin sama-sama kelas 3 SMK, jadi disaranin mamanya kalo aku itu kuliah dulu, 

"Sekarang ini umur segini kamu udah harus mulai belajar menata hidup, biar nanti masa depannya sukses nak. Habis kuliah kamu kerja terus entar bisa merried kalo udah mapan, bantu orang tua juga. Jangan sombong, sekarang jamannya gitu lah nak, serba susah harus mulai mikir menata hidup dari sekarang".

Mendengar ucapan mamanya Karin aku benar-benar tertegun, 

Tertegun sambil seruput Ingus
Srrrruuuuppppppttt.

Enggak enggak, 

bagi aku kata-kata Mamanya Karin dalem banget, apalagi waktu itu raut wajah mamanya benar-benar serius dan santun benar-benar menunjukkan sosok keibuan, hebat mamanya Karin! dan sampek sekarang yang diucapkan mamanya selalu kuingat dan sampek dimana aku menulis ini hampir semua yang diucapkan mamanya Karin kesampean, walaupun yang part merriednya belom, boro-boro merried punya pacar aja masih delay JN*E gak sampek-sampek.

Karena aku sudah terlanjur kecewa dengan ekspektasiku sendiri itu ngebuat aku banyak diem dan ngeblank mau ngmg apa ke Karin, bukannya malu sih, ngeblank aja gak tau kenapa. Tanpa basa basi aku langsung,

"Yang kemarin ku bilang ada kan?" tanyaku.

"Oh iya iya, ada yog, bentar ya aku ambil dulu," jawabnya sambil ngeloyor menuju kamarnya dan gak sampek berapa menit balik lagi keruang tamu.

"Nih yog, mau pilih yg mana?"

"Wah ada 3 ya ternyata, yg tipis ini aja lah rin," tunjukku ke salah satu Novel yang bersampul hijau dan bertemakan Teenlit, Aku lupa judul novel itu, udah agak lama soalnya.

"Oh iya yog, gpp yg itu aja, itu keren loh ceritanya, jadi mereka kenalan gitu di media sosial, terus pdkt2nya di media sosial pas ketemu dan saling kenal secara mendalem ternyata mereka ada hubungan darah entah apa gitu, pokoknya keren lah susah ketebak ceritanya," Kata karin mencoba menerangkan.

"Iya sama lah kek kau itu gak ketebak!"rontaku di batin.

Suasana pun kembali Awkward karena pada gak ada yg ngebuka bahan obrolan, mamanya Karin pun yg tadi sempet banyak ngobrol pergi ke kamar untuk Nyetrika baju dan ketika dapet bahan obrolan pun garing dan basi banget suer untungnya acara di Channel TV yg ada di ruang tamu Karin itu acara Bola jadi gak boring kali lah, namun karena suasana yg kelamaan Awkward akhirnya ngebuat aku jadi pgn pamit pulang. Ketika mau pamit,

"Karin masakkin lah Indomi untuk temennya, masak temennya dianggurin sih," kata mamanya yang baru keluar dari kamarnya sambil ngebawa tumpukan baju yg telah disetrika.

Aduh mau nolak gak enak, mau gak ditolak enak, gak mgkin juga udah dimasakin tapi kami gak makan, gak mungkin juga kami tinggal kan, Alhasil kami gak jadi pulang. 

"Ini yog sorry ya lama masaknya," kata Karin sambil meletakkan semangkuk Mie kuah beserta Sendok dan Garpu.

"Enggak ah kok malah sorry sih, makasih ya Rin," jawabku.

Tanpa basa-basi langsung dengan cepat kusantap indomi kuah ini, benar-benar pas buat suasana yg udah ckup awkward. Tapi entah Hantu apa yg merasuki kala itu, di meja ruang tamu Karin ada Pie isi Susu yg dikemas per pack. Entah karena pengen terlihat keren, atau pgn bereksperimen, atau kesal atau gak ada otak atau emmmm, aku pun ngebuka bolu itu dan ngecampurnya dengan indomi kuah tadi, ngeliat tindakanku itu Albert dan Karin kaget dan sedikit melongo.

"Kalian gak cobak? Enak tauk. Aku sering coba makan kyak gini(Pdhl gak pernah)," kataku dengan senyum bangga ke mereka yg sdang ngeliatin aku dengan heran.  

Setelah ngehabisin makanan dan sempat kembali ngobrol ringan dengan mamanya Karin akhirnya aku pun pamit pulang, mungkin Karin gak sesuai ekspektasi aku tapi aku cukup banyak mengambil pelajaran hidup hari ini, pencerahan dari orang yang gak dikenal bisa dtg dari Sesosok ibu yg bahkan ketika baru pertama kali bertemu mau berbagi nasehat dengan aku, Ya benar Nasehat untuk Menatap HIDUP!.

PART SEBELUMNYA XIX : MAYBE IT'S MEAN RESTART














Cantik yg butuh perjuangan, TAMAN WISATA ALAM GUNUNG TUNAK! - LOMBOK PART 2




Perlu Berjuang!!!!!!!! 

Ya demi si cantik Tunaq, kami rela panas-panasan di jalan, ngelewatin jalan setapak yang sempit dan berlubang yang cukup sering ngebuat motor kami nyaris jatuh, Ban sering tergelincir keseret-seret jalanan batu ketika menuju kesana. Kami berangkat dari Penginapan di mataram, waktu itu kami nginap di Minabi Guest House, aku rekomendasikan banget penginapan ini buat yang nantinya ke Lombok, Mataram. Selain bersih dan nyaman, biaya menginap di Minabi Guest House pun masih terjangkau lah menurutku. 

Akhirnya kami start dari Minabi menuju ke Taman Wisata Alam Gunung Tunaq sekitaran jam 9 Pagi. Kami ngandelin Google Maps untuk nuntun perjalanan kami kesana, Google Maps punya gambaran yang cukup akurat akan peta perjalanan dan dari keterangan Maps rute yang harus kami lalui sepanjang 56 KM dan dapat ditempuh dengan waktu 1 Jam 29 Menit. 

Setelah kurang lebih 2 jam dijalan ternyata perjalanannya cukup jauh juga, Jalanan yang dilalui bebatuan dan jalan-jalan setapak sehingga mungkin kalo menggunakan mobil sedikit sulit, kecuali menggunakan jeep. Sewaktu itu kami menggunakan motor matic, sebenernya cukup memaksakan diri karena lebih disarankan ngegunain Motor-motor sejenis KLX. Oh iya 1 lagi, kalo jalan ke daerah Lombok disaranin gunain Sunblock karena sinar matahari cukup terik disini. Ternyata ketika udah 2 jaman dijalan, Sinyal Jaringan internet bermasalah dan kami nyasar ngebuat kami tambah lama nyampek. Setelah nanya ke warga lokal kami pun kembali ngelanjutin perjalanan dan sampek di Taman Wisata Alam Gunung Tunaq jam 12, Makasih google.

Aku langsung dengan cepat markir motor. Di TWA Gunung Tunaq ini cukup sepi dan gak ada parkiran motornya jadi kita markir motor di sekitar pantai. Dengan cepat aku keluarkan kamera untuk mengabadikan setiap momen kebersamaanku dengan si cantik Tunaq!. Jujur, sampek sana itu aku udah capek terus laper tapi gak melunturkan semangatku untuk ngambil gambar-gambar di Twa gunung Tunaq ini. This is it! 




  
Setelah puas mengambil gambar di daerah gunung Tunaq kami langsung nyambung jalan kaki menuju ke Tower Tunaq. Untuk sampek ke Tower Alam Tunaq kita harus ngelalui hutan-hutan dan tidak bisa dilalui motor jadi kita harus jalan kaki lagi. Buat yang pengen liat keseruannya bisa diliat di vlog aku di sini :


Jalan kaki udah hampir 1 jam akhirnya kami keluar dari hutan-hutan dan langsung disambut pemandangan hamparan rumput yang begitu hijau dan salah satu daya tarik tempat ini adalah pemandangan bongkahan karang dan tebing-tebing yang ada di tengah-tengah laut.


  


Suasana disana itu panas banget sebenernya, cuman pas udah sampek disana kedua pasang mata benar-benar dimanjakan  oleh pemandangan hamparan rumput yang terbentang luas, Gerak air laut yang menabrak tebing, serta kontur-kontur dataran yang menanjak dan menurun, benar-benar berhasil membayar selunas-lunasnya perjuangan kami untuk bisa sampek ke tempat ini. 

Setelah beristirahat sebentar, Kami terus jalan menuju ke Tower yang memang menjadi tempat foto yang Instagrammable banget, sangat disaranin kalo kesini bawa makanan dan minuman sendiri soalnya memang belum ada yang jualan disekitar daerah ini dan ya! kami baru tau pas udah sampek disana!. 

Dengan perut kelaperan, stamina yang mulai terkuras dan juga tas bawaan yang berat, hampir membuat kami menyerah untuk bisa sampek ke Tower dari TWA gunung Tunaq ini namun entah energi darimana yang terus membakar semangat kami hingga akhirnya kami terus ngelanjutin perjalanan dan sampek tepat di bawah Tower dari TWA gunung Tunaq. Kami bertiga berencana menaiki tower itu untuk mengambil gambar dari atas, berdasarkan info yang aku cari ternyata tower itu bekas suar yang dulu pernah dipake. 


NAMUN TERNYATAAAAAAA

Keadaan tower sewaktu kami kesana menurutku ga memungkinkan untuk dinaiki, karena posturku yang lumayan besar serta kondisi dari Besi-besi di tower tersebut sudah mulai berkarat ngebuat aku gak ngelanjutin untuk menaiki tower itu, namun salah satu temenku yaitu Wira dia memberanikan diri untuk naik ke tower itu dan dia berhasil sampek ke puncak menara TWA Gunung Tunaq itu. 

Aku sempat nanya ke pengelola apakah bisa berenang disini? dan ternyata memang bisa namun kedalemannya sekitar 4 M, sangat tidak dianjurkan bagi yang hanya belajar-belajar berenang atau yang gak terlalu bisa berenang, apalagi yang gak bisa berenang sama sekali, please jangan!. 

Bagi aku, Taman Wisata Alam Gunung Tunaq ini benar-benar potensi wisata yang luar biasa, biaya masuk ke dalem yang hanya sebesar 5 ribu tidak sebanding dengan kualitas pemandangan-pemandangan Pantai dengan pasir putih, air pantai yang birunya itu bikin adem, cocok buat yang butuh Vitamin Sea, pemandangan tebing-tebing di tengah laut, hamparan padang rumput yang sangat luas serta bukit-bukit hijau yang ada disekitar pantainya dan tak lupa juga buat yang nekad bisa nyobain manjat towernya terus ngambil gambar dari atas tower, Perjuangan kami benar-benar dibayar si cantik ini dengan lunas!.

NAMUN...

Alangkah lebih baiknya kalo mungkin pemerintah Lombok mulai menaruh sedikit perhatiannya untuk lebih mengelola lagi Tempat Wisata ini. Mungkin dapat dimulai dari memperbaiki jalanan menuju kesana serta membuat Warung-warung di sekitar pantai sehingga selain bagus untuk Wisatawan, itu juga bagus buat pendapatan penduduk setempat dan juga dapat membantu perekonomian sekitar, baik ekonomi penduduk setempat dan mungkin perekonomian Lombok lebih meningkat di sektor pariwisata.

Akhir kata, I MISSS LOMBOK SO HARDD !!!!!! T_T 





Cerita Cinta - PART XIX-Maybe it's mean restart


Baca dari awal dulu yuk  (Right Man In The Wrong Love)


Memanggil Karin...

"Halo karin," 
"Iya halo yog, ada apa? tumben nelpon?"
"Aku mau kita putus, makasih," tegasku.
"Kamu yakin mau putus?,"
"Iya, yakin," jawabku singkat, aku gak mau terlalu banyak ngomong soalnya gak guna juga, sekali pembohong ya pembohong, pikirku saat itu.
"Yaudah yog gapapa, aku ngerti kok,".
"Oke," kataku langsung menutup telpon.

Segampang itu ya? gila bah, ngeri kali nih cewek, main terima terima aja diputusin, pikirku saat itu.

Skip, Skip

Semenjak momen Breaking Point dengan Karin, aku coba untuk gak lagi komunikasi dengannya, walaupun kadang ada entah beberapa kali dia sms aku seperti ngucapin Good Morning, Have a Nice Day, Good Night. Bingung ama maunya wanita yang satu ini, lagian waktu itu aku juga sibuk berlatih untuk menghadapi kompetisi game yang emang sudah jadi mimpiku, menjadi juara game di kota tempat aku tinggal, mewakili Batam sebagai Grand Finalis, bahkan sampai detik aku menulis ini pun aku belum bisa mewujudkan itu, Payah!.

Skip, Skip

Di Warkak

"Lek ajarin aku lah main lagu one last breath itu, coba mainin dulu lek enak kali aku dengarnya," kata Albert antusias karena melihat Peter baru sampek warkak sambil ngebawa gitar dari rumahnya.

"Iya lek, sabar dulu kau, tunggu dulu aku turun dari motor," Jawab Peter.

Peter turun lalu duduk di teras warung, memasang wajah bersiap-siap memainkan lagu, sesekali kepalanya melihat fret gitar, jari jemari kirinya sedang disesuaikan dengan fret-fret yang ada di gitar, sementara jemari tangan kanannya mengambil ancang-ancang untuk memetik senar, belum pernah aku melihat Peter nyaris seserius ini, seketika suasana hening dan kumpulan kami hanya fokus ke satu orang yaitu Peter. Semua orang fokus, fokus, fokus dan Peter memulai memetik gitar dannnnn, 

"PUJAANN HATI , APA KABARMU?, AKU BERDOA KEPADA SANG TUHAN," nyanyinya sambil melihat ke langit serasa menghayati.

Kami semua ngakak, banyak yang berekspektasi lebih, kalo peter gak temen kami mungkin udah diamuk massa nih anak, sempat-sempatnya dia kerjain si Albert. Apalagi ngeliat muka Albert yang udah antusias banget dengan mulut menganga sikit(Muka Bloon) dan mata melotot terus tiba-tiba denger lagu Pujaan Hati nya bang Dika Kenjen Ben, wkakakaka.  

"Yog ayo latian, ini tomy udah otw, asep udah ama aku kami juga dah mau otw, si Albert ajak ya Yog kita latian di warnet deket sekolahmu," isi sms Bryan yang baru terbaca olehku.

Aku langsung ngajak Albert latian game, mungkin ada yg agak bingung atau mungkin ngerasa lucu, kenapa sih sampe harus latian-latian?. 
Di game ini memang gak bisa mengandalkan skill per orangan, benar-benar kekompakan tim dan sedikit keberuntungan alias hoki. Tapi yang utama jelas kekompakan, makanya diperlukan latihan untuk nyatuin kelima kepala menjadi 1 tujuan, ini lah sekarang bakal jadi kesibukanku sampai Hari H turnamen diselenggarakan.

Skip skip

Akhirnya sampek di hari H turnamen, terkumpul sudah 5 org anggota tim yaitu Bryan, aku, albert, tomy dan asep kawan Bryan. Kami mulai turnamen game ini dgn skor meyakinkan dengan kemenangan telak, di babak berikutnya kami juga berhasil menang telak dan masuk ke babak 16 besar. 

"Bungkus lah ya lek baju kalian, entar lagi kita ke jakarta," Ucap tommy dgn senyum serasa sudah juara. 

"Oppp tom, lek awak," tambah albert sambil ngecas tommy. 

"Kalian jgn sepele oi kita belum ketemu tim keras," ucapku menyadarkan mereka. 

setelah menunggu tim-tim lain bertanding tiba lah giliran kami. Babak 16 besar, babak 8 besar, semifinal dan final. 

"Sdikit lagi ini," batinku. 

Game dimulai,

dan , 

Ya!

Kami harus mengakui keunggulan tim lawan. Perjuangan kami terhenti di babak 16 besar sama seperti tahun2 sebelumnya. Hampir semua dari kami kaget dan ga nyangka bisa kalah, semua anggota tim terlihat down karena semua yg dipersiapkan dan dilatih gagal, belum lagi uang jajan yang keluar demi bisa latihan. Ya kami kalah dan semua dari kami seperti tak nyangka akan menerima hasil seperti itu!. Kami langsung cabut pulang ke rumah masing2. Di perjalanan, masing2 kami terdiam dan down seolah ga percaya sama kenyataan yang ada. 

Skip skip 

di rumah

"Gimana yo? menang nya?," tanya mamakku yg lagi masak untuk makan malem. 

"Hmmmm," jawabku singkat sambil menggelengkan kepalaku. 

Entah kenapa aku masih belum bisa menerima kekalahan itu, entah karna usiaku yg memang masih SMA sehingga aku msih trllu kanak2 atau mungkin karna aku dan timku terlalu sombong, entah lah. 

Bruaaaagggghhhhh. 

Aahhhhhh. 

Kuluapkan emosi dgn memukul tembok, entah sekalut apa aku kala itu. Aku langsung berbaring di kamarku, dengan pisau yg ada di genggamanku dan ku sayat pelan-pelan tanganku, dengan perlahan keluar darah segar dari urat nadiku,


STOP! 


itu cuma dramatisasi aja, intinya aku kalut dan aku coba istirahat walaupun susah karna kepikiran terus. 

"Yog, udah beli novel ga buat tugas resensi dikumpul senin? besok kita beli samaan yuk," isi sms Frans temen sekelasku.

"Oh iya! mampus uang udah habis! gimana mau beli novel!," batinku.

Aku pun terus mikir, gimana cara dapetin novel? aku ga pernah punya novel juga, uangnya pun udah kepakek buat latihan game. Aku terus ngelamun sambil mikir, tiba-tiba ada sms masuk, 

"Yog, aku minta maaf, aku pgn ngmg sesuatu," tertera kalo ternyata pengirim sms itu Karin. 

"ngomong apa?" balasku. 

"please, kasih aku kesempatan. Aku janji bakal berubah. Aku pengen kita balikan yog! please kasih aku kesempatan! 

"Apa sih nih anak maunya ah!" batinku. 

Catatan Trip [Lombok], The Hidden Paradise! GILI TRAWANGAN - PART 1


Thanks God! I Feel Lucky!, That's it! 


Aku gak pernah nyangka bisa sampek di kota ini, dari dulu selalu yang diincer Bali, Bali, Bali. Seringkali aku terus membangun anganku untuk bisa kesana, mulai dari 

ganti wallpaper desktop tentang Bali, 

ganti wallpaper Smartphone

delete foto mantan, Yang ini gak ada hubungannya ya



Namun semua dimulai ketika salah seorang sahabat bilang gini, 



"Yos, aku punya rencana ntar april solo travelling lah ke luar kota, nikmatin hasil dari setahun kerja,"  



Sedikit kaget dengan perkataan sahabatku yang satu ini, karena dia tipikalnya yang diajak nongkrong aja susah, tiba-tiba dia tak ada angin dan tak ada petir langsung ngomong gitu. 



Dari dulu memang aku pengen Traveling ke luar kota, refreshing dari rutinitas, tapi gitu, cuman modal ngayal dan gak pernah kesampean. Sebenernya aku punya 1 sahabat juga yang pemikirannya sama, tapi memang agak susah kalo traveling cuman berdua, singkat cerita akhirnya kami bertiga, aku, sahabatku yang pertama ngomong solo travelling, sahabatku yang satunya lagi, jadi ribet gini hahaha, kami pun hangout di salah satu fast food internasional, ayam KAFECE, Disitu kami mulai membangun planning, dari mulai destinasi, tanggal berangkat, hotel, transportasi dan akomodasi dan lain sebagainya. Planing done dan akhirnya tanggal yang tak akan pernah kulupakan dalam hidup , 



26 APRIL 2017

Kami mendarat sekitar jam setengah 6 di Bandara Lombok International Airport  dan langsung berangkat ke teluk Nare naik Mobil Carter untuk naik Private boat nyebrang ke gili trawangan, salah satu dari trio Gili Lombok. Gili trawangan adalah yang terbesar dibandingkan dengan 2 pulau lainnya yaitu Gili Air dan Gili Meno.

Biaya Mobil Carter sekitaran Rp. 250.000 menurutku sih lumayan mahal, tapi memang jarak yang ditempuh juga jauh, sekitar 2 jam dari Bandara. Sesampai di Teluk Nare kami naik Private Boat dan dikenakan biaya Rp. 350.000. Perjalanan dari Teluk Nare ke Gili Trawangan sekitar 1 jaman dan kami sampai di gili trawangan sekitar jam setengah 9an. 

Kami langsung disambut dengan pemandangan kafe di tepi pantai dan turis-turis asing yang bersepeda dan juga yg jalan kaki bergrup-grup. Berdasarkan informasi yang aku cari memang di Gili Trawangan tidak ada kendaraan bermotor, transportasi yang digunakan yaitu Sepeda, Cidomo dan motor listrik dan ternyata memang kebijakan itu sangat berdampak pada Udara yang ada di sana. Udara terasa sangat sejuk dan segar. Malam itu pun kami habiskan berkeliling untuk jalan-jalan malam eksplore gili sekalian eksplore kuliner disana. Jam baru menunjukkan jam 21:00 namun Kafe di sekitar sana udah Prepare aja buat Party. Ya warga lokal disini menyebutnya Party, tak jarang ketika kami melewati jalanan Gili ada beberapa warga lokal menyapa, 

"Bang, party bang, di sana ada party bang, " 

ada yang satu lagi, 

"Gak ikut party bang?"

ada yang satu lagi juga, 

"Bang, makan bang."

Makan kepala kau itu!

Kalo yang terakhir itu Yong Leks bukan warga lombok, 

Berhubung kami bertiga pria-pria polos dan alumni bocah warnet, bisa dibilang party-party itu bukan dunia kami, orang kami aja denger lagu dangdut, langsung mabok laut, Boom!.

Akhirnya salah seorang dari kami masuk ke tempat makan yang tidak terlalu besar dan dari luar tampak sederhana, spontan kami bertiga memilih tempat itu untuk makan malam disana,

Sambil membuka menu, 

"Lek, pergi aja kita yok, tengok lek nasi goreng 55 ribu," ajakku ke mereka.

"Gak enak lah lek, udah duduk kita," Kata sahabatku sebut saja Wira.

"Udah lah ayo lah pergi, gapapa itu," Tambah sahabatku sebut saja Jay.

Akhirnya kami langsung ngeloyor dari tempat makan itu, maklum bagi kantong pekerja kayak kami sebuah nasi goreng seharga 55 ribu ituuuuuuu .

Kami pun jalan kaki terus nyari tempat makan yg pas, pas dengan selera dan pas dengan kantong, (Udah kere, milih-milih lagi). Hampir sejam kami berjalan, dari kejauhan kami melihat cahaya, bagaikan pangeran berkuda Unicorn dengan roda 4, Maaf agak berlebihan. Jauh-jauh ke Lombok kami akhirnya makan Mi Bakso.

"Bang, berapa 1 porsi bang?" tanyaku ke penjual Mi Bakso itu.

"1 nya 15 ribu bang," jawabnya.

"Oke beli 3 ya bang," 

Akhirnya dapet juga makanan yg sesuai kantong. Gak sampai 5 Menit Mi, bakso beserta kroni-kroninya ludes kami sikat dan, 

"Kurang ya lek," Celetuk Jay tiba-tiba dengan senyum kecil.

"Iya, lek 1 lagi yok lek, " Jawabku frontal.

"Gila perut kalian dua, " Ejek wira sembari tertawa

"Bang, pesan 2 lagi ya," kataku.

Malam itu pun kami akhiri dengan mi bakso dan setelahnya kami istirahat buat besok snorkling.


08:30 @Gili Trawangan 

Jam setengah 9 kami bangun padahal entar snorkling jam setengah 11. Kami cepat-cepat bersih-bersih pergi cari sarapan. Di tempet nginap disediakan penyewaan sepeda, 1 sepeda seharga Rp25.000/hari namun kami tawar jadi Rp.15.000/hari.

Kami pun menyusuri jejalanan gili di pagi hari, sambil pengen nyari sarapan. Jalanan disana agak berlumpur karena disana lagi memasuki musim hujan. 

Padahal udah hampir jam 9 pagi tapi banyak tempet-tempet makan yg masih pada tutup, mungkin bukanya sore atau malem. Sekitar 10 menit bersepeda akhirnya kami ketemu tempat sarapan yang dari luar bisa kami trawang harga per porsinya berapa, (Udah kere, sombong lagi) dan setelah melihat ke dalem ternyata menu-menunya sederhana namun tetap kelihatan enak atau mungkin karena kepengaruh kondisi kelaperan kalik ya. Kami pun pesen 3 porsi Nasi campur itu. Untuk ukuran nasi campur, Item-item di dalamnya, cie elah item-item, Maksudnya lauk-lauk yang disediakan cukup komplet, 1 porsi nasi campur terdiri dari Ayam gulai, Telur dadar goreng dan sayur buncis yang diiris iris kecil-kecil lumayan bisa bikin cacing di perut berhenti Demo UMR(Upah minimum regional) Just Kid.  

Setelah sarapan kami sempatkan eksplore gili trawangan make sepeda. Tak lupa kami berhenti di tepi pantai Gili Trawangan untuk Foto-foto sambil main air,


Gambar 1 Tepi Pantai Gili Trawangan

Sesudah itu kami lanjutkan sepedaan menuju ke Ombak Sunset salah satu Ayunan Ikonik yang ada di Gili Trawangan, harusnya sih dateng kesini pas sunset, tapi karena kami disini hanya sehari, terpaksa melewatkan moment sunset di Ombak Sunset T_T. Di Ayunan Ombak Sunset tetep kami sempatkan ambil foto walaupun belum sunset,


Gambar 2 Ombak Sunset

setelah puas berfoto-foto di ayunan Ombak Sunset akhirnya kami pun bergegas ngegoes sepeda dengan cepat karena udah jam 10:00 dan snorkling jam setengah 11. 

Setelah bersiap-siap dan bersih-bersih, akhirnya kami checkout dari penginapan jam 10:20. Lanjut jalan kaki dan sampek di pos Pendaftaran snorkling, kami memilih untuk ikut Public Snorkling yang dikenakan biaya sekitar 100-150 ribuan/org, dimana kita bakal snorkling di 3 titik yaitu Turtle Point, Gili Meno dan Gili Air dari jam 10:30 sampai jam 15:00, pilihan snorkling ada 2 opsi bisa Public dan bisa Private, dimana kalo Private kita bisa bebas start dan berhenti jam berapa aja dan kita juga bebas milih titik snorkling di mana aja, cuman perbedaan harganya memang dua kali lipat.

Akhirnya sebentar lagi kami Snorkling, jujur ini pertama kalinya aku snorkling, ngeliat air laut aku benar-benar ga sabar untuk loncat (Padahal ga bisa berenang). Ketika kita memilih Public snorkling kita akan snorkling dengan orang rame dan ngikutin Guide snorklingnya, kalo disuruh naik ke kapal, kita harus naik jadi gak bisa sesuka hati snorkling sepuasnya. Fasilitas Snorkling yang diberikan ada Snorkle yaitu alat bantu nafas, Pelampung bagi yang ga bisa berenang dan kacamata renang, tersedia juga kaki katak namun untuk disewakan tidak include paket public snorkling.

Setelah semua peserta public snorkling menaiki kapal, kami pun langsung berangkat menggunakan kapal GO GO GO!. Dalem perjalanan aku terus memperhatikan sekitar, birunya laut dan terumbu karang tampak dari atas kapal benar benar keindahan yang luar biasa batinku saat itu. Walaupun terik matahari menusuk tetap tak mengalihkanku menikmati Eksotisnya Air laut. Sekitar 10 menit diatas kapal akhirnya guide pun menginstruksikan kami untuk loncat, kami telah sampai di titik snorkling yg pertama yaitu turtle point.

Dan mari kita Loncattttttt,


Gambar 3 Sebelum Nyebur



Gambar 4 Setelah Nyebur

Byurrrrrr, NOOOOOAAAAAIIIIIICCCCCEEEE ! pengen aku teriakkan sekencang-kencangnya buat lautan lombok yang gila keren banget! Airnya begitu jernih dan terumbu karang didasarnya juga amazing.

i see the hidden Paradise Called "GILI TRAWANGAN!" kalo pengen liat keseruannya dalam bentuk Video bisa diliat di Akun Instagramku @yosafatagape.









Cerita Cinta - PART XVIII-Unpredictable


Baca dari awal dulu yuk => Right Man In The Wrong Love



"Iya aku juga sayang sama kamu, aku mau jadi pacar kamu."
"Maaaaakkkk, parah orang ini asli, pantas mereka ketawa, mereka nge-sms karin dengan nomor aku tapi isi smsnya nembak dia, astaga mau tarok mana nih mukak!".

"Mantap kan yog, sama awak pasti jelas nya," Kata peter tersenyum seolah bangga tanpa rasa bersalah.
"Harusnya ko berterima kasih ama kami yog, ya kan pet?" tambah Albert.
"Kalian parah asli!" jawabku khawatir.
"Lumayan yog rejekimu itu, udah telpon aja buat mastiin. Kan mayan buat jomblo kek ko," imbuh peter.

"Iya juga sih ya, " batinku. Kenapa malah kuiyakan pula kata-kata orang ini sih.

Tanpa basa-basi aku malah langsung minjem hape peter buat nelpon Karin, sebenernya dalem hati seneng juga sih walaupun agak bingung aja kok segampang ini yak, 

tapi...

Ah sudah lah, gas broooo. Jariku pun menggambarkan kebahagiaanku dengan cepat dan sigapnya memijak setiap angka di tombol hape peter sehingga tersusun dan! Calling Karin...

Memanggil Karin...

"Wah kok gak diangkat-angkat nih ya?" batinku.

Setelah beberapa kali kucoba ternyata hasilnya NIHIL gaes!. Positif Thingking aja sih mungkin dia lagi ada something to do, eak sok pengertian mak.

"Oi, yog, ko yakin tuh cewek beneran nerima ko?" tanya albert.
"Ya, nggak lah, kami belum pernah ketemu loh coba bayangin," jawabku.
"Gini, aku punya ide yog!" sambung albert serius.
"Ide apa?" tanyaku.
Albert pun langsung maju dan berdiri di tengah-tengah halaman tempet kami nongkrong seolah ingin nyampein hal penting, Kami yang duduk pun hanya ngamatin anak ini, apa sih sebenernya ide dia?

Albert nepuk pundakku sambil tersenyum kecil seolah kek manusia paling bijak di muka bumi ini.

"Cewek kalo kayak gitu, FIX! dia cuman mau mainin ko aja yog!,
gini kita kerjain aja itu cewek, Aku bakal smsin dia ngaku ntah dapat nomornya dari mana, terus aku bakal nanya dia udah punya cowo apa belum, kalo dia bilang iya berarti dia ngakuin ko yog! ITU!" kata albert menutup kesimpulannya dengan menunjukku serasa solusi yang paling tepat.

Peter cuma geleng-geleng ngeliat tingkah albert,

"kan bisa jadi cowonya gak cuman yoga lah bert bert, sempit kali mikirmu itu," kata Peter ketus.

"Ya tapi kita coba dulu lah tanya, bener gak dia tuh ngakuin yoga? ya kan yog?" sambung Albert gak mau kalah.

"Kok jadi kalian yang bedebat sih? yaudah ko tes aja dulu sms Bert, agak mencurigakan nih cewek aku liat," kataku.

Albert ngeluarin hapenya dari saku celananya,
"Berapa yog nomor karin? sini aku kerjain,"

"08#######, tuh bert. Nanti malem kabarin ya bert gimana gimananya, nomorku aktif kok nanti aku nebeng di handphone mamaku," ucapku.

"Oke oke yog,".

Skip Skip.

"Yogaaaaa," 
teriak seseorang dari luar rumahku, aku seperti kenal suara itu tapi aku masih setengah sadar karena aku juga baru bangun tidur siang.
"Itu bryan dateng," kata mamaku.
Aku langsung keluar kamar dengan berbalutkan kaos singlet dan celana boxer serta mata sedikit sayu.
"Tumben bry, dalam rangka apa nih?" tanyaku.
"Aku suntuk dirumah yog, nongkrong kita yog di alun-alun," ajak Bryan.
"Oke tunggu aku siap-siap".

Akhirnya kami pun pergi nongkrong di alun-alun dan tak lupa aku juga minjem handphone mamaku buat standby sekalian nunggu kabar dari Albert tentang Karin.

Di alun alun

Alun-alun disini emang selalu rame, selain tempetnya yang asik buat nongkrong, disini juga banyak fasilitas seperti lapangan basket, lapangan futsal, lapangan untuk jogging, tempet duduk-duduk nyantai, asik deh pokoknya tempetnya dan juga banyak juga cewek-cewek remaja nongkrongannya disini, makanya Bryan ngajakin mana tau ada 1 yang bisa nyangkut ke kami berdua dan entah kenapa waktu motivasi nongkrongnya nyari cewek, kami selalu gagal dan pulang dengan tangan hampa.

Ekspektasi kami selalu, kami lietin cewek cakep, cewek cakepnya lietin kami, terus si cewek senyum, pas ceweknya senyum kita senyum juga, habis udah sama-sama senyum, kita panggil, kenalan terus minta nomor hapenya, terus ya itu cuman ekspektasi stop stop!. Kenyataannya? dan bahkan yang hampir selalu terjadi adalah kami lietin cewek, ceweknya lietin kami, terus? terus? terus? ceweknya senyum, iya senyum bengis terus buang muka, SH*T.

"Eh bry, menurutmu kalo aku nembak cewek lewat SMS tanpa pernah ketemu terus si cewe nerima kita itu gimana ya? aneh gak sih?," tanyaku ke bryan.

"Lah seriusan tuh? gimana ceritanya yog?" tanya bryan memperjelas.

"Jadi gini, ini sih kerjaan temenku sebenernya bry, jadi kemarin hapeku itu ketangkep guru, jadi aku numpang kartu gitu ke hape kawanku yg dual SIM si peter. Eh dia emang usil parah, dia nembak gebetan baruku namanya karin, yg anehnya Karin ini nerima aku bry padahal kami belum pernah ketemu loh? gimana tuh?," tanyaku.

"Ah itu cuman niat maen-maen doang yog, jamin lah," jawab bryan.

"Iya aku mikirnya sih gitu, tapi anaknya lumayan cakep bry, terus perhatian lagi, "

Tiba-tiba omonganku terhenti karena ada dering di hapeku dan itu telpon dari Albert.

"Halo bert, kenapa bert?," jawabku.

"Ternyata bener yog, si Karin emang gak ngakuin ko. tadi aku smsan ama dia, terus aku tanya ke dia punya pacar apa enggak? dia jawabnya enggak. Gila cewek gak bener tuh, Pemain tuh Yog pasti, ko gak usah deket-deket dia lah saranku," kata Albert.

"Wah, seriusan bert? dia ngomong apa aja? ko ngakunya bukan kawan aku kan?," tanyaku.

"Iya, bukan lah, aku buat dulu dia ga curiga, bilang dapet nomornya dari teh gelas, terus ngaku sekolah di SMA, hahaha tenang aja penyamaran berhasil kok dia ga ada curiga ke ko yog, cuman agak gak nyangka aja dia gak ngakuin ko Yog, persis kyak dugaanku kan?" 

"Iya bener juga ya ko bert, thanks udah bantuin yak nanti pulang ke rumah aku putusin lah anak itu, macam betul kali jadi cewek, ini aku lagi nongkrong ama bryan, sini lah bert?" ajakku.

"Aduh, aku lagi ada kerjaan yog, nanti kapan-kapan deh ya,"

"oke sip bert," tutupku.

"Bry ayo pulang, aku ada urusan nih," ajakku.
"wah, cepet kali yog, masalah yg tadi ya?"
"Iya, ga terima aku diginiin macam betul kali tuh cewek," kataku sedikit kesel.
"Oh iya yog, ini aku mau ngajak ama ngasih tau, 2 minggu lagi ada pbnc, ajak lah kawanmu entah siapa kek, aku ajak tomy kwan SMP kita ama asep kawan kelasku. "
"Oke oke, ayo semangat kita ya , kapan latian bry?" kataku.
"Entar aku infoin lagi lah yog," balasnya.

Kami pun pulang karena udah mau maghrib dan biasanya pulang dari situ maghrib-maghrib macet total.

Skip skip.

Di Kamar, 

"Ga ada yang perlu dibawa ke hati, justru memang lebih mencurigakan kalo dia nerima tapi belum pernah ketemu sama sekali, " pikirku sembari baring-baring di kamar.

Memanggil Karin...

"Halo karin," 
"Iya halo yog, ada apa? tumben nelpon?"
"Aku mau kita putus, makasih," tegasku.
"Halo yog?"...............

Bersambung ...

Index cerita : Right Man In The Wrong Love