Love Story - PART XVIII-Unpredictable


Baca dari awal dulu yuk => Right Man In The Wrong Love



"Iya aku juga sayang sama kamu, aku mau jadi pacar kamu."
"Maaaaakkkk, parah orang ini asli, pantas mereka ketawa, mereka nge-sms karin dengan nomor aku tapi isi smsnya nembak dia, astaga mau tarok mana nih mukak!".

"Mantap kan yog, sama awak pasti jelas nya," Kata peter tersenyum seolah bangga tanpa rasa bersalah.
"Harusnya ko berterima kasih ama kami yog, ya kan pet?" tambah Albert.
"Kalian parah asli!" jawabku khawatir.
"Lumayan yog rejekimu itu, udah telpon aja buat mastiin. Kan mayan buat jomblo kek ko," imbuh peter.

"Iya juga sih ya, " batinku. Kenapa malah kuiyakan pula kata-kata orang ini sih.

Tanpa basa-basi aku malah langsung minjem hape peter buat nelpon Karin, sebenernya dalem hati seneng juga sih walaupun agak bingung aja kok segampang ini yak, 

tapi...

Ah sudah lah, gas broooo. Jariku pun menggambarkan kebahagiaanku dengan cepat dan sigapnya memijak setiap angka di tombol hape peter sehingga tersusun dan! Calling Karin...

Memanggil Karin...

"Wah kok gak diangkat-angkat nih ya?" batinku.

Setelah beberapa kali kucoba ternyata hasilnya NIHIL gaes!. Positif Thingking aja sih mungkin dia lagi ada something to do, eak sok pengertian mak.

"Oi, yog, ko yakin tuh cewek beneran nerima ko?" tanya albert.
"Ya, nggak lah, kami belum pernah ketemu loh coba bayangin," jawabku.
"Gini, aku punya ide yog!" sambung albert serius.
"Ide apa?" tanyaku.
Albert pun langsung maju dan berdiri di tengah-tengah halaman tempet kami nongkrong seolah ingin nyampein hal penting, Kami yang duduk pun hanya ngamatin anak ini, apa sih sebenernya ide dia?

Albert nepuk pundakku sambil tersenyum kecil seolah kek manusia paling bijak di muka bumi ini.

"Cewek kalo kayak gitu, FIX! dia cuman mau mainin ko aja yog!,
gini kita kerjain aja itu cewek, Aku bakal smsin dia ngaku ntah dapat nomornya dari mana, terus aku bakal nanya dia udah punya cowo apa belum, kalo dia bilang iya berarti dia ngakuin ko yog! ITU!" kata albert menutup kesimpulannya dengan menunjukku serasa solusi yang paling tepat.

Peter cuma geleng-geleng ngeliat tingkah albert,

"kan bisa jadi cowonya gak cuman yoga lah bert bert, sempit kali mikirmu itu," kata Peter ketus.

"Ya tapi kita coba dulu lah tanya, bener gak dia tuh ngakuin yoga? ya kan yog?" sambung Albert gak mau kalah.

"Kok jadi kalian yang bedebat sih? yaudah ko tes aja dulu sms Bert, agak mencurigakan nih cewek aku liat," kataku.

Albert ngeluarin hapenya dari saku celananya,
"Berapa yog nomor karin? sini aku kerjain,"

"08#######, tuh bert. Nanti malem kabarin ya bert gimana gimananya, nomorku aktif kok nanti aku nebeng di handphone mamaku," ucapku.

"Oke oke yog,".

Skip Skip.

"Yogaaaaa," 
teriak seseorang dari luar rumahku, aku seperti kenal suara itu tapi aku masih setengah sadar karena aku juga baru bangun tidur siang.
"Itu bryan dateng," kata mamaku.
Aku langsung keluar kamar dengan berbalutkan kaos singlet dan celana boxer serta mata sedikit sayu.
"Tumben bry, dalam rangka apa nih?" tanyaku.
"Aku suntuk dirumah yog, nongkrong kita yog di alun-alun," ajak Bryan.
"Oke tunggu aku siap-siap".

Akhirnya kami pun pergi nongkrong di alun-alun dan tak lupa aku juga minjem handphone mamaku buat standby sekalian nunggu kabar dari Albert tentang Karin.

Di alun alun

Alun-alun disini emang selalu rame, selain tempetnya yang asik buat nongkrong, disini juga banyak fasilitas seperti lapangan basket, lapangan futsal, lapangan untuk jogging, tempet duduk-duduk nyantai, asik deh pokoknya tempetnya dan juga banyak juga cewek-cewek remaja nongkrongannya disini, makanya Bryan ngajakin mana tau ada 1 yang bisa nyangkut ke kami berdua dan entah kenapa waktu motivasi nongkrongnya nyari cewek, kami selalu gagal dan pulang dengan tangan hampa.

Ekspektasi kami selalu, kami lietin cewek cakep, cewek cakepnya lietin kami, terus si cewek senyum, pas ceweknya senyum kita senyum juga, habis udah sama-sama senyum, kita panggil, kenalan terus minta nomor hapenya, terus ya itu cuman ekspektasi stop stop!. Kenyataannya? dan bahkan yang hampir selalu terjadi adalah kami lietin cewek, ceweknya lietin kami, terus? terus? terus? ceweknya senyum, iya senyum bengis terus buang muka, SH*T.

"Eh bry, menurutmu kalo aku nembak cewek lewat SMS tanpa pernah ketemu terus si cewe nerima kita itu gimana ya? aneh gak sih?," tanyaku ke bryan.

"Lah seriusan tuh? gimana ceritanya yog?" tanya bryan memperjelas.

"Jadi gini, ini sih kerjaan temenku sebenernya bry, jadi kemarin hapeku itu ketangkep guru, jadi aku numpang kartu gitu ke hape kawanku yg dual SIM si peter. Eh dia emang usil parah, dia nembak gebetan baruku namanya karin, yg anehnya Karin ini nerima aku bry padahal kami belum pernah ketemu loh? gimana tuh?," tanyaku.

"Ah itu cuman niat maen-maen doang yog, jamin lah," jawab bryan.

"Iya aku mikirnya sih gitu, tapi anaknya lumayan cakep bry, terus perhatian lagi, "

Tiba-tiba omonganku terhenti karena ada dering di hapeku dan itu telpon dari Albert.

"Halo bert, kenapa bert?," jawabku.

"Ternyata bener yog, si Karin emang gak ngakuin ko. tadi aku smsan ama dia, terus aku tanya ke dia punya pacar apa enggak? dia jawabnya enggak. Gila cewek gak bener tuh, Pemain tuh Yog pasti, ko gak usah deket-deket dia lah saranku," kata Albert.

"Wah, seriusan bert? dia ngomong apa aja? ko ngakunya bukan kawan aku kan?," tanyaku.

"Iya, bukan lah, aku buat dulu dia ga curiga, bilang dapet nomornya dari teh gelas, terus ngaku sekolah di SMA, hahaha tenang aja penyamaran berhasil kok dia ga ada curiga ke ko yog, cuman agak gak nyangka aja dia gak ngakuin ko Yog, persis kyak dugaanku kan?" 

"Iya bener juga ya ko bert, thanks udah bantuin yak nanti pulang ke rumah aku putusin lah anak itu, macam betul kali jadi cewek, ini aku lagi nongkrong ama bryan, sini lah bert?" ajakku.

"Aduh, aku lagi ada kerjaan yog, nanti kapan-kapan deh ya,"

"oke sip bert," tutupku.

"Bry ayo pulang, aku ada urusan nih," ajakku.
"wah, cepet kali yog, masalah yg tadi ya?"
"Iya, ga terima aku diginiin macam betul kali tuh cewek," kataku sedikit kesel.
"Oh iya yog, ini aku mau ngajak ama ngasih tau, 2 minggu lagi ada pbnc, ajak lah kawanmu entah siapa kek, aku ajak tomy kwan SMP kita ama asep kawan kelasku. "
"Oke oke, ayo semangat kita ya , kapan latian bry?" kataku.
"Entar aku infoin lagi lah yog," balasnya.

Kami pun pulang karena udah mau maghrib dan biasanya pulang dari situ maghrib-maghrib macet total.

Skip skip.

Di Kamar, 

"Ga ada yang perlu dibawa ke hati, justru memang lebih mencurigakan kalo dia nerima tapi belum pernah ketemu sama sekali, " pikirku sembari baring-baring di kamar.

Memanggil Karin...

"Halo karin," 
"Iya halo yog, ada apa? tumben nelpon?"
"Aku mau kita putus, makasih," tegasku.
"Halo yog?"...............

Bersambung ...

Index cerita : Right Man In The Wrong Love












Bicara Cinta - I

Bicara Cinta - I
Di 22:52 27 desember 2018, dilema akan manifestasi rasa dari hati yang sering khalayak ramai sebut cinta. Terbesit sedikit masa lalu yang mengintip menjadi bukti betapa susahnya aku menciptakan keadaan untuk bersama, tertawa, ngobrol ngalor ngidul , tersenyum dan bertukar tatap, semua hal yang mengerucut kepada 1 tujuan, Membunuh waktu bersama.

Mungkin aku hanya salah satu dari banyak antrian di nomor urut terakhir, sang pendaftar untuk bisa memiliki hatimu. Seseorang yang kadang hanya bisa melakukan beberapa aksi bodoh hanya untuk menunggu kedua katup bibirmu untuk tersenyum, atau seseorang yang menemanimu menikmati film bioskop meskipun telah letih menaklukan 7 jam kerja setiap harinya. 

Entah apa yang sedang kita berdua rasakan? Apakah ini hanya sekedar rasa nyaman ketika bersama? atau memang ada frekuensi getaran yang sering digembar gemborkan sebagai cinta? 

Semua memang terjadi begitu cepat, mataku tak bisa terus menerus menutupi apa yg sebenarnya sedang ada di dalam hati. Berawal dari ketidak sengajaan yang terjadi, rangkaian kebetulan yang membuat kita saling mengenal satu sama lain, semesta yang mungkin menggiring kita ke awal dari semua ini. aku menunggu begitu lama untuk membuat semua ini terjadi. Tapi ketika semuanya nyaris mendekati ekspetasi, Dunia seperti membisikkan nada ketidakpantasan, YA! aku yang mungkin memang tidak pantas untuk gadis seperti kamu, seorang putri yang terlahir dari keluarga mapan dan aku hanya pria yang masih merintis walaupun aku sangat yakin dan terus percaya aku akan gapai kesuksesan itu. Aku seperti pria yang sedang dilempari batu-batu ketidakpantasan,  aku terus mencoba berusaha, berjuang melawan, bertarung untuk membuktikan aku bisa menang, bisa membungkam dunia yang mengatakan ketidak pantasan itu. tapi?...


ya, aku gagal. mungkin memang kita tidak akan pernah bisa bersama, aku lelah untuk terus berusaha hanya demi gadis yang mungkin menganggap aku apalah, aku tersadar akan keluargaku. Manusia-manusia yang terus mendukung aku dalam segala proses hidupku, menegur,mengajari,berdebat,brkelahi. Sekarang aku tersadar untuk bisa merasakan the real happiness, start from your family. kata-kata ini pernah ku baca dan seperti meninju keningku. kenapa aku terlalu perduli sama orang lain? kenapa ga coba untuk bahagiain surga berjalan? 

mungkin ini hanya sedikit kata-kata perwakilan dari isi hati. Aku ga bisa membohongi hati rasa itu masih tetap ada, terkadang aktivitas fisik yang kita berdua lakukan sering ku jadikan pertimbangan. benakku tersentuh oleh caramu memperlakukanku. Namun sampai detik ini pun aku masih meragukan apa yg sebenarnya ada di benakmu? dan apa yg sedang kamu rasakan?

good night. 

Love Story - Part XVII - I try, but...


Baca dari awal dulu yuk => Right Man In The Wrong Love

Tanpa terasa aku udah mulai bisa main gitar, aku punya gitar yang diberikan oleh 'Mbahku' sewaktu aku pulang kampung ke jawa, gitar penuh debu karena sudah sangat lama tidak digunakan menjadi gitar pertamaku. 
Sampai sekarang gitar itu pun masih tergantung di deket tangga rumahku, sudah jarang kupake karena dulu sempet rusak dan bodynya udah agak jebol. 
Sedikit kukenang ketika aku belajar gitar, duit 3 ribu perak langsung ku beliin buku lagu, ada duit, beli!, ada duit sedikit beli!, Mulai dari lagu D'Bagindas apapun yang terjadi, peterpan, domino, armada, yovie and nuno, kangen band, duo serigala, duo pedang, eh yang terakhir enggak ya, dan kumpulan band berlagu galau lainnya sempet pernah jadi list lagu untuk kupelajari. 
Entah semangat apa yang merasuki, di awal belajarku ngegitar, aku udah ngajak febrian untuk buat Band padahal kami juga cuma bisa gitu-gitu aja. Kami start ngulik lagunya andra and the backbone, Musnah. Rock menjadi genre yang kami usung kala itu.

Skip Skip.

Tanpa terasa setahun telah berlalu, aku masih disibukkan dengan studi, band dan mimpi kecil yaitu Juara game!. 
Udah agak lama ngejomblo, ngebuatku jenuh juga. Handphone Sepi, Hati apalagi. Yah iseng-iseng ah cari kenalan buat smsan aja, pikirku saat itu.

"Hai chika, aku yoga kawan SDmu, Masih inget gak?" sapaku disms.
"Oh iya aku inget yog, apa kabar nih?" balasnya.

Chika ini kawan 1 SDku dulu, anaknya Supel, jadi biasanya dia punya banyak kawan gitu. Setelah agak berbasa-basi dan sedikit perdebatan akhirnya aku dikenalin Chika ama kawannya namanya Karin. Menurut penjelasan dia sih, Karin ini kategori cewek-cewek High Class, dia temen Chika satu tempet PKL alias istilah magangnya anak Esemka(SMK). 
Ya baru dikenalin lewat SMS sih, tapi aku langsung sedikit percaya karena emang kata Chika dia sekolah di salah satu SMK Swasta Elit di batam, tapi berdasarkan pengalaman aku gak mau langsung berekspektasi lebih,

Saaaaaaakkkkiiitttttt Haaaatttiiikkuuu oooohhhhhh
Saaaaakkkiittt, melihatmu dengannya.
Ekspektasi by Kunto Aji

Numpang nyanyi gaes, maklum lagi ngalamin nih.

Skip Skip.

Ternyata Karin ini anaknya asik banget buat diajakin SMSan, kita gak kayak wartawan yang terus-terusan nanya, dia juga balik nanya gitu. Anaknya seru juga karena kami sama-sama punya selera musik yang sama. Walaupun cewek tapi dia seleranya grup-grup band Rock pada jamannya dulu kayak Greenday, Sum 41, Simple Plan, Blink 182, Avenged Sevenfold dan banyak lagi deh, itu yang ngebuat pembicaraan kami nyambung. Apalagi ternyata dia pernah punya pengalaman jadi Vokalis Band Metal.

"Gila juga nih cewek," batinku.

(Di Sekolah)

Albert nyenggol tanganku, 
"Oi, Jangan SMSan terus dikelas, ketangkep nanti hapemu yog," ucapnya.
Aku terkaget, 
"Yaelah slow aja kali, Baik nih Gurunya, gak akan ditangkep lah hapeku," jawabku ketus.
Aku pun terus ngelanjutin smsanku dikelas sembari pelajaran berlangsung dan tak memperdulikan kata-kata Albert, tak jarang aku juga sampe ketawa-ketawa sendiri ngeliat tingkah laku Karin di sms,

"Nyambung juga karakter anak ini dengan aku ya," batinku saat itu.

Tanpa sadar ternyata guru yang mengajar udah tepat di belakang aku, 

"Hape kamu ibu sita ya! Ambilnya nanti habis lulus UN!" kata guruku marah, berjalan menuju ke depan kelas ngebawa hapeku.
Dengan segera aku langsung ngehampirin ibu itu, 
"Bu, jangan lah bu! Aduh" bujukku sambil ikutin ibu itu.
"Kamu nanti jam pulang sekolah ambil hape ke kantor ya!" imbuh bu guru.
"Oke buk," jawabku singkat.

Jam Pulang sekolah pun tiba


"Buk please jangan disita hape saya buk," pintaku memelas.
"Kamu ini nak, guru menerangkan pelajaran kamu malah asik smsan, kamu kebiasaan nanti kalo ibu kembaliin,
Gak bisa! Pokoknya hape kamu ibu tahan sampe lulus UN baru kamu ambil."
"Yah buk, kelamaan buk ini baru bulan November," kataku pasrah.
"Ya sudah, begini aja ya nak. Hapenya ibu sita sampai ujian semester nanti bulan 12 tapi kamu ambil aja ini kartunya nak," imbuh bu guru.
"Jangan dong buk, kelamaan juga buk," jawabku.
"Kamu pilih dikembalikan habis ujian semester atau habis UN?" tanya bu guru.
"Yaaaah, gak bisa dikembaliin aja ya buk, janji gak ulangi lagi deh buk," kataku terus berusaha nawar.
Akhirnya sesuai kesepakatan, 
hapeku ditahan!
Waaaaaahhhhhh! 
gagal lah ini baru juga asik nemu gebetan udah kandas aja lagi.
Tapi setidaknya kartunya dikembalikan jadi bisa numpang-numpang lah ama temen atau numpang hape orang tua, pikirku.

(Di Warkak)

"Makanya! Kalok dibilangin itu dengerin! HAHAHAHA," ejek albert.
"Mak, slow lah wkwkwkwk," balasku.
"Numpang di hapeku aja Yog, kebetulan hapeku Dual Sim nih," sambung Peter.
Wah, pas kali nih, tanpa basa-basi langsung kupasangkan SIM Cardku ke hape Peter dan menyambung SMSanku dengan Karin.
Sangking serunya smsan dengan Karin, kadang waktu diajak ngobrol ama temen-temen jawabanku ngelantur gak nyambung kemana-mana sangking gak fokusnya, tak jarang juga aku senyum-senyum sendiri pas lagi smsan.
Peter nepuk pundakku,
"Oi, yog! serius kali! Pinjem dulu hapeku bentar, aku mau sms temenku".
"Oh iya pet, gila serius kali aku kek hape awak sendiri aku buat, sorry sorry nah" kataku sambil ngasih hp peter.
Sekarang keadaan justru berbalik, malah si peter yang ketawa ngakak-ngakak tapi dia gak sendiri, Albert juga ikut ketawa habis ditunjukin apa yang ada dalem hapenya peter,
"Jangan-jangan lagi nntn BF orang nih ya," batinku.
"Kenapa klen ketawa oi?" tanyaku curiga.
Mereka ngeliat aku, tapi gak ngejawab malah lanjut ngakak.
"Asem orang nih, kenapa sih klian?" kataku sambil penasaran dan ngecoba ngerebut hapenya Peter.
Hapenya terebut olehku,
dan ternyata ada SMS dari Karin yang isinya,
"Iya aku juga sayang sama kamu, aku mau jadi pacar kamu."
"Maaaaakkkk, parah orang ini asli, pantas mereka ketawa, mereka nge-sms karin dengan nomor aku tapi isi smsnya kalimat pernyataan perasaan, astaga mau tarok mana nih mukak!".

Part XVIII - Unpredictable

Index cerita : Right Man In The Wrong Love


Love Story - PART XVI - Cahaya di lorong gelap



Baca dari awal dulu yuk => Right Man In The Wrong Love

Ngeliat hape ternyata yang telpon Febrian, kenapa lagi anak ini?.
"Halo, ini siapa?" tanya si penelpon yang ternyata suara wanita.
"Lah, ini yang siapa?" tanyaku bingung.
"Mas yang punya hape ini kecelakaan mas! Dia nabrak orang!, mas siapanya ya? bisa hub keluarganya kah?".

Waduuuh, "Kok bisa kecelakaan anak itu ya?," batinku.
"Halo mbak!, sekarang Temen saya dirawat dimana ya mbak? Biar saya kesana," Kataku Panik.
"Di RS Magnolia Mas," Jawabnya.

Aku pun langsung bergegas sms mamanya Febrian, kebetulan aku punya nomor mamanya, kadang mamanya sering SMS aku, nanya gimana Febrian di sekolah (Untung aja).
Drrrrttt, dddrrrttt, hanya butuh waktu beberapa menit, di hapeku tertera
"Mama Febrian memanggil..."

"Halo buk, Febrian kecelakaan buk, Dia sekarang dirawat di RS Magnolia", kataku di telpon.
"Yang bener kamu nak? Ya ampun kok iso sih, oke ibuk kesana makasih ya nak informasinya", Kata mamanya sedikit parau.

Secepat kilat aku OTW ke Rumah Sakit,

Skip Skip

(Di RS Magnolia)

Aku pun mempercepat langkahku menuju ruangan tempat Febrian dirawat.

"Permisi, mbak, mau nanya? Pasien yang namanya Febrian dirawat dimana ya?" Tanyaku sambil ngos-ngosan.
"Oh sebentar ya mas, saya cek dulu," Jawab Resepsionis RS itu dengan senyum.
"Ya, ampun manis juga mbak ini, " Batinku, 

sempat-sempatnya pula ngelirik cewek kawan udah masuk RS, PARAH!, imbuh sisi malaikatku.

"Pasien atas nama Febrian dirawat di Kamar Nomor 109 mas," Infonya.
"Oke makasih ya mbak," kataku dengan senyum manis. 
Mbak manis ya, minta nopenya dongggg," khayalku.

Setelah cukup lama mencari kamar febrian akhirnya aku sampek di kamar 109, dari jendela luar kulihat mamanya Febrian nangis terisak-isak. Gak nyangka Febrian sampek gak sadarkan diri. Badannya pun penuh dengan balutan perban karna banyak luka di sekujur tubuhnya. 
Aku pun langsung masuk ke dalem ruangan itu, kulihat ada beberapa saudara dan tetangga febrian, 
"Buk, gimana keadaan febrian?" tanyaku.
Ibunya febrian pun masih terus menangis sesunggukan, 
"Dokter belum meriksa seluruhnya nak, masih dikasih perawatan pertolongan aja," Jawab ibu febrian terisak.
Perawat rumah sakit itu datang dan menyuruh kami untuk tidak menggangu febrian dan membiarkan dia istirahat dan yang diijinkan menjaga hanya keluarga febrian yaitu kedua orang tuanya. 
Setelah itu, aku pamitan ama orang tua febrian dan cau dari RS itu.

Skip Skip.

Srrrruuuuppppppp, Lahapnya aku menyeruput Fried noodles chilli sauce with fried egg, Sok elit padahal aslinya cuma mi goreng. Pagi itu aku buru-buru berangkat ke sekolah karena kesiangan, 
"Terlambat lagi nih pasti," batinku.

(Di Sekolah)

"Eh yog, febrian kemana kok gak masuk?" tanya veby.
Aku bingung untuk ngejawab pertanyaan itu, satu sisi gak mungkin aku ngejawab bohong, tapi kalo aku jawab jujur pasti nih anak sedih.
"Aku jawab tapi jangan panik ya ko veb," kataku.
Raut cemas pun tampak dari wajah veby, "Ih, emang febrian kenapa yog?" Katanya berkaca-kaca.
"Gini, kemarin febrian itu kerumahku, terus dia pulang dari rumahku, dia kecelakaan nabrak orang veb," Imbuhku.

Mendengar jawabanku, spontan veby tampak sedih dan air mata pun menetes dari kedua belah retina matanya.

"Kamu serius yog? Dia dirawat dimana sekarang?" Tanyanya.

Aku langsung ngasih tau di RS mana Febrian dirawat dan juga ngajak kawan-kawan yang lain untuk ngejenguk Febrian sepulang sekolah.

Skip Skip

Sepulang sekolah aku langsung ngajak temen-temen kelas untuk jengukin Febrian, namun Veby gak langsung ikut karena dia pgn pulang dulu ganti baju sekaligus beli buah katanya. 

(Di rumah sakit)

"Yog, ibu mau nanya ama kamu," tanya mama febrian.
"nanya apa buk?" tanyaku.
"Kemarin itu febrian ngigau Veby, Veby terus yog, kamu kenal ama dia?" tanya mamanya.
"Iya, kenal buk, itu pacarnya febrian buk, gimana buk? febrian udah sadar kah buk?" tanyaku.
Dengan anggukkan kepala, mama febrian menjawab pertanyaanku.

Took, Tok, Tokk, 
Dari luar terdengar suara ketukan pintu,

Mama febrian langsung ngebuka pintu, tampak olehku ternyata Veby yang datang.

Veby langsung menyalam dan mencium tangan mama febrian.
"Saya veby buk," Ucapnya.

Sedikit kaget, 
"Oh kamu toh Veby? Febrian ngigauin kamu terus loh," Kata mamanya.
Suasana hening, Veby tampak salting. 
"Iya, aku mimpiin kamu terus nih!"
Tiba-tiba suara itu mengagetkan kami, ternyata febrian!.
"Kampret anak ini bikin kaget aja," batinku.

Febrian udah bangun dari istirahatnya setelah sempet beberapa jam tidur.
Veby yang terkaget spontan mukul manja tangan febrian.

"AAAAAAHHHHHKKKKK, sakit oi aduh masih di perban ini!," Teriak Febrian.
Veby manyun-manyun, "Biarin! Habis kamu ngagetin sih! Huh!," Katanya cemberut.
"Gimana keadaan kamu yan? Kok bisa gini sih?" Tanya veby khawatir.
"Aku gapapa kok, kamu tenang aja," Jawab febrian sambil ngelus-ngelus kepala Veby.
"Sok sweet kali pasangan keong ini," Gumamku di hati.
"Eh yan, kata mama kamu, kamu mimpiin aku? mimpi apa tuh? kok bisa sih?" Tanya veby sedikit malu.
"Oh iya! kok mama bisa tau ya? Aduh mama ini!" Kata febrian dengan muka udang alias memerah.
"Lah gimana mama gak tau, kamu ngigau nya Veby mulu," Sambung mamanya.
Kami pun ngakak ngedenger itu. 
"Aku mimpi aku jalan di lorong gelap, dingin, kotor terus dari jauh ada titik cahaya yang makin lama titik itu makin besar, besar, besar dan ternyata dibalik cahaya itu ada kamu Veb," Terang Febrian.
Spontan kami nyorakin febrian,
"Huuuuuu!, FTV kali oiiiii," Teriak kami.

Veby langsung meluk Febrian, semua yang ada diruangan itu terdiem kaget!. Di depan pasang mata temen sekelas dan juga orang tua nya Febrian seakan tidak dihiraukan oleh Veby.

Sambil nangis dan mendekap erat Febrian, 
"Kamu jangan sakit-sakit gini ya yan! please aku sayang kamu! aku siap kok jadi cahaya ketika kamu ngerasa gelap, dingin, bingung, galau, Kamu cepet sembuh ya yan! Jangan tinggalin aku yan!" Kata veby.

Entah kenapa suasana saat itu jadi mellow banget, seisi ruangan terharu ngeliat momen itu.

"Aku juga sayang kamu veb! Makasih ya! udah kok udah sembuh aku!" Jawab febrian sambil meluk Veby.

Hahaha, buat para readers sorry akhir-akhir ini sering ceritain febrian, soalnya memang dia itu sahabat aku yang pacarannya paling FTV banget jadi seru aja diceritain, PART selanjutnya bakal masuk ke ceritaku lagi kok, Stay Tuneee Readers.

Part XVII - I try, but...

Index cerita : Right Man In The Wrong Love










Materi STAND UP COMEDY - PART III - ISENG AJA PENGEN NYOBA

Materi STAND UP COMEDY - PART III - ISENG AJA PENGEN NYOBA
Selamat siang gaes.
Kenalin nama aku yose,
baru-baru ini aku itu ikut fitnes ya, 
terus ditanya kawan,
"Yos, ikut fitnes motivasinya apa?"
aku jawab 
"Iseng aja, pengen nyoba".

gini kan ribet yak, kalo misalnya ditanya yg lain gitu,

ditanya pacar,
"Kamu kenapa sih sayang sama aku?"
"Iseng aja , pengen nyoba"
PLaaaaak, kena gampar, hehehe

ditanya dosen,
"Kamu kenapa jawab gitu?"
"Iseng aja pengen nyoba"
habis jawab disuruh ngerucutin kuku, dipukul pake penggaris kayu.
ini dosen apa guru SD sih, hehehe  

ini nih yang paling sadis, 
ditanya penghulu, 
"kenapa Kamu mau nikah dengan mempelai perempuan?"
Semua orang nunggu jawaban kita dengan raut serius, 
ada yang deg-degan, 
ada yang lipet tangan berharap, 
ada juga yang keringat dingin 
nahan bok*3r.

terus kita jawab,
"Iseng aja , pengen nyoba"

Semua undangan emosi, akhirnya aku pun dilemparin,
ada yang lempar batu, 
ada yang lempar pisau, kapak, parang
lempar manggis 
janda kurapan eh janda kudapat .

Aku tuh kadang suka bingung sama cewek, sekarang sih kebetulan lagi jomblo cuman aku punya mantan gitu yang sifatnya itu bikin pusing, 

dia tuh dichat cowok lain gak papa, kita di chat cewek lain dia ngambek,

ngambeknya itu kadang bikin pusing,
kadang gak mau ngomong,
gak mau bales bbm,
gak mau kasih jatah, eh yang ini maksudnya jatah apa ya? #mikirkeras
gak mau makan, 
gak mau minum, tiba-tiba masuk koran,
seorang gadis tewas lakukan aksi mogok makan

Sekian dulu yak materi standup aku sorry kalo absurd dan masih garing, masukan dari agan-agan wati dari bre-sis sangat diharapkan.


Yak yang pengen kenal ama ane bisa kontak di :

@facebook : facebook.com/yosafatagape
@twitter :  twitter.com/yosafatagape
@instagram : instagram.com/yosafatagape

Love Story - PART XV - Musnah




Baca dari awal dulu yuk => Right Man In The Wrong Love

"Oi yog, ayo ngegitar! malah bengong pula!," Ajak febrian.
Suara itu memecah suasana bengongku karna kekenyangan, 
"Oia lupa aku! gilak kenyang kali aku, enak juga masakan mamamu ya yan, thanks yak," jawabku sambil cengengesan.
"Eh yog, aku curhat bentar boleh gak nih?," Kata febrian.
"Ngomong aja lah kek cewek kau wkwokow," Jawabku.
Febrian keluarin hape, "Jadi gini yog, masih inget gak pertanyaanku di kantin kemarin tentang suka ama pacar orang?," Tanyanya dengan raut wajah serius.
"Iya, inget. Terus kenapa?," Sambungku. 
"Aku suka ama veby yog, Veby pacar Tian," Kata febrian. 
Sempat aku bengong, "kenapa sih anak ini beg*o kali," batinku.
Aku pun mendadak jadi JOBATIK (Jomblo Banyak Kritik), 
"Yan, astaga itu kawan sekelas kita woi, ko jadian ama dia ya?!, bodoh kau asli! ko kan udah punya pacar juga kan? Iss lepak kali anak ini emang!. Udah kubilang kan kemarin berubah? kok gak dengerin aku sih yan?," belum selesai aku ngomong febrian langsung memotong rentetan omelanku. 
"Aku bingung yog, ko gak tau kalo ada diposisiku gimana?," bantahnya. 

Perdebatan apapun menuju kata pisaaaah, jangan paksakan genggamanmu (Malah lirik tulus-pamit). 

"Aku juga belum jadian kok ama dia, tapi aku udah nembak di SMS, dia mintanya ngomong langsung di sekolah," Ujar febrian sambil menunjukkan isi smsnya. 
"Yan, denger! karma itu ada yan! ko jangan main-main gitu lah apalagi sama pacarnya temen sendiri? Saranku jangan yan jangan!," Bentakku. 
"Nanti aku pikirin lagi lah yog, aku bingung," Keluh febrian.
Curhat itu pun berakhir ngambang gak jelas, febrian langsung mengalihkan dengan ajakannya untuk kembali ke tujuan ngajarin aku gitar. Aku pun hari itu belajar petikan lagu Peterpan-Semua tentang kita. Harus kuakui febrian ini salah satu guru gitarku dan banyak membantuku dalam permainan gitar dan juga permainan percintaan (Apasih). 

Skip Skip.

(Di sekolah)

"Woi yan!, kenapa ko woi? kok bisa bengkak-bengkak gitu mukamu!," tanyaku kepo. 
"Gak papa kok yog," Jawab febrian singkat. 
Gulung lengan baju, "Siapa yang pukulin ko yan? sini ayo kita kasih perhitungan dia," Sambung albert berapi-api. 
"Udah gapapa kok aku, udah slow aja kalian ah!," Katanya ketus.
Aku pun langsung menaruh kecurigaanku ke Tian, tapi sengaja aku Keep dulu biar aku tanya ke febrian f2f(Face to face).

TrrRRrrrRRRiiiiIIIinngGGG, trrrinnnngggg, trrringggg, trrriinnggg
Bel Istirahat pun berbunyi, 
Dengan segera aku pun bersiap untuk keluar kelas, namun ternyata ada pemandangan FTV di depan mata, dari jarak agak jauh aku lihat Kinar dan Febrian berdebat walaupun gak terlalu jelas ku denger, tapi udah ah ngisi perut dulu lebih penting kayaknya, pikirku.

(Di Kantin)

"Kalian tau gak kalo Febrian jadian ama Veby?, gak nyangka ya sama-sama ngehianatin pacar masing-masing," Terdengar olehku suara gosip dari beberapa wanita sekelasku yang lagi di kantin.
"Iya, cowoknya tuh kegatelan, Veby mah orangnya baik," Kata Riana.
"Cowok sama cewek sama aja kalik, kalo baik harusnya gak jadian dong ya kan gaes ya kan???" Tambah lianti.
"Waduh beneran jadian febrian ama veby nih, gawat juga tuh anak," batinku.

Setelah makan di kantin, aku pun bergegas cepat ke kelas, sebagai temennya febrian agak panas juga sih denger sahabat sendiri di jelek-jelekin, tapi cuman bisa apa? gak ada gunanya debat ama cewek.

Sampai di kelas pun aku berpapasan dengan kinar yang tampak lagi nangis dan menuju keluar kelas. 
Aku pun langsung nyamperin Febrian, 
"Yan, ko jadian ama veby ya?" tanyaku. "Iya yog," Jawabnya. 
"Jadi ini juga berantem ama Tian karna veby?" tanyaku memperjelas. 
"Iya yog," Katanya ketus.
"Yaelah yan yan, kayak gak ada cewek lagi aja sih yan sampek harus macarin pacar orang? kan udah kubilang kemarin sih," kataku.
Febrian pun hanya bisa diem tertunduk.
"Yog, nanti aku kerumahmu ya, aku mau cerita sekalian bebasin beban pikiran," Ujar Febrian.
"Oke siap aku tunggu," Jawabku.

Skip Skip

(Rumah Yoga)

"Yog, menurutmu aku salah ya?, Veby itu gak bahagia loh ama Tian?" Tanya febrian.
Spontan aku pun langsung noyor kepala febrian, "Gimana pun juga cara kalian 2 salah yan," Kataku. 
"Kok gitu yog?" tanyanya lagi.
"Kalian sama-sama punya pacar yan, setidaknya kalian putusin dulu lah pacar masing-masing baru kalian jadian" tegasku.
"Eh, Bentar! emang ko beneran udah ga sayang juga ya yan ama kinar? dia baik gitu amamu parah juga sih ko yan," tanyaku lagi.
"Aku juga sayang ama Kinar yog, aku gak bisa bohong juga tapi aku bingung aku sayang dua-duanya tapi aku gak mau nyakitin mereka makanya aku milih Veby, aku juga sedih Yog ga nyangka Kinar sampe nangis segitunya ke aku," Katanya dengan sedikit parau. 
Aku pun langsung nampol tangannya, "Woi COWOK! gak usah nangis kau! lebay kali cinta-cintaan sampek nangis! kek FTV bah!," Ejekku.
"MANA ADA AKU NANGIS!" jawabnya sambil ngucek mata.
Aku pun ngakak, "lucu aja bisa nangis juga playboy cap kecoak ini", batinku.
"Ya gak usah kau pegang-pegang gitu lah matamu itu," Bentakku.

Malam itu pun kami habiskan dengan ngobrol-ngobrol sambil bercanda-canda dan juga aku sedikit kenak ejek karena dinilai banyak kasih masukan padahal sendirinya jomblo, namanya juga JOBATIK (Jomblo Banyak Kritik).

"Oi jomblo, aku balik dulu ya," Kata Febrian.
"Hahaha keong!, balik lah kau cepat. Hati-hati kau ya!" Jawabku.

Aku pun balik ke kamar, gak terasa waktu itu udah jam 12an sementara aku besok sekolah, bisa kesiangan nih.

Namun di tengah usaha ku untuk tidur, Hapeku pun berbunyi! 
"Siapa sih telpon jam segini! ganggu aja!," gumamku dalam hati.

Ngeliat hape ternyata yang telpon Febrian, kenapa lagi anak ini?.
"Halo, ini siapa?" tanya si penelpon yang ternyata suara wanita.
"Lah, ini yang siapa?" tanyaku bingung.
"Mas yang punya hape ini kecelakaan mas! Dia nabrak orang!, mas siapanya ya? bisa hub keluarganya kah?".

Waduuuh, "Kok bisa kecelakaan anak itu ya?," batinku.

Bersambung XVI - Cahaya di lorong gelap

Index cerita : Right Man In The Wrong Love

REVIEW : FILM THE STARS ON EARTH, NYENTUH BANGETTT !

Jam udah nunjukin pukul 11:55
dan aku masih belum bisa tidur karena kepikiran nulis di blog sekalian ngebahas film yang sebenernya sih udah lama juga aku nonton ini film, cuman pengen review aja sekaligus ngebagiin apa yang aku rasain habis nonton film ini. 

Oke cekidot breeee :


"Itu apa?????"

"FILM INDIAAA????"

"BANYAK JOGET!"

"GAK JELASSS"

"FILM JOROK" 

dan pastinya berbagai komentar miring lainnya, 

BUT WAIT !

Sebelum masuk ke review, aku ceritain sedikit, 

Film ini berjudul Taare Zameen Par atau The Stars On Earth yang bercerita tentang seorang anak yang menderita disleksia yang bernama Ishaan Awashti

Disleksia adalah ketidakmampuan seseorang dalam membedakan huruf, 

bisa dibayangin gimana kalo kita gak bisa bedain huruf? 

Ya Benar! 

Sulit untuk membaca, sulit berhitung, trus sulit apalagi?

Segala macam kesulitan itu yang dirasain oleh Ishaan.

Karena mengidap disleksia, Ishaan sangat sulit mengikuti pelajaran di sekolah dan kerap kali dihukum sehingga ngebuat Ishaan ini dijauhin oleh temen-temennya dan sering jadi sasaran bully

REVIEW START :

Disini aku gak akan ceritain filmnya gimana, yang jelas kalo pengen nonton bisa Kontek pribadi kebetulan file filmnya masih nangkring di laptop. Pesan dari film ini yaitu setiap anak terlahir dengan bakat yang berbeda-beda, kita hanya perlu membantunya menemukan dan mengembangkan sehingga itu menjadi kekuatan untuknya melawan kerasnya kehidupan. Mungkin kutipan dari Bang Al, Iya Albert Einstein boleh dilirik sedikit :


Di Film ini Ishaan bener-bener Under Pressure, sangking dianggap Begok sama semua orang sekelilingnya akhirnya dia dipindahin ke asrama oleh kedua orang tuanya dengan harapan dia tidak nakal dan bisa belajar dengan baik, namun yang terjadi justru Dia makin tertekan, ternyata di asrama Ishaan makin mendapatkan penyepelean oleh guru-guru asrama. Cap Murid Bodoh pun udah menempel di wajah Ishaan. 

Terus tertekan oleh keadaan tentu ngebuat dia Stress, sebagai seorang anak dia sangat butuh perhatian dan kasih sayang, bukan cemoohan dan tekanan dari orang-orang sekitarnya, namun semua berubah ketika dia bertemu dengan Guru Keseniannya. Sang Guru mampu mengajari membaca dengan metode tertentu, mengajarkannya berhitung dan mengasah kemampuan kreatifitas Ishaan.

Klimaks dari film ini yaitu di Scene Ishaan ikut lomba menggambar yang diadakan asramanya dan diikuti seluruh siswa dan guru di asrama tersebut.
Setelah menuai cemoohan dan ejekan, akhirnya Ishaan berhasil menjuarai lomba ngegambar itu, 1 sekolah pun memuji dan terkagum-kagum dengan karya yang dikeluarkan olehnya. 
Kemenangan itu tentu menjadi bukti bahwa roda hidup berputar, yang terejek belum tentu selamanya hina, demikian yang dipuji belum tentu selamanya terbaik. Ketika pengumuman juara 1 itu terlontarkan oleh kepala sekolah semua orang bertepuk tangan dengan gembira, demikian juga sang guru sangking terharunya sampe si guru pun menangis, di part itu entah kenapa mataku berkaca-kaca(gak nangis loh ya). 

Inti dari Review ini buat perenunganku, mengingatkanku bahwa suatu hari beruntung pasti kan memeluk kita erat asalkan kita hadapi dunia dengan gagah berani, seperti Ishaan yang walaupun tertekan dia terus berusaha dan akhirnya semua orang yang mengejek dan menghinanya berbalik dan terbungkam dengan torehan prestasi yang dibuatnya. 

Buat yang lagi butuh Motivasi hidup FILM INI RECOMENDED BANGETT!
Nyentuh, ngenak, film gak berbelit-belit ringan untuk dipahami.



"Pembalasan dendam yang keren bukan ketika kita dihina kita balas lebih hina lagi, tapi balas dan buktikan dengan prestasi yang bisa kita capai!"

Yosafat Agape-22 Th


Sumber :

Pemikiran Sendiri