Buat kalian yang mencintai dalam diam, The Secret Admirer!




"Nih cewek gak cantik sih, tapi kok lucu ya?" Batin Ucok sambil memandangi Foto selfi seorang Wanita di Instagram. Wanita yang memang tak asing buatnya, Wanita yang memiliki nama akun @Butet_.

Ucok hanya mampu menatapi wanita pujaannya itu dari jauh tanpa berani untuk berkenalan secara langsung, gimana mau berkenalan? ketika Ucok sedang asik memandangi Butet dari Taman sekolah, ternyata celana biru panjangnya(Celana SMP) mendadak basah kuyup(Baca:ngompol).

"Mau sampek kapan kek gini terus?" tanya Kael sahabat Ucok yang mendadak memecah lamunan Ucok yang sedang memandangi Butet dengan Mupeng.

"Entah lah, kayaknya kayak gini aja lebih baek lah," Jawab Ucok jalan sambil ngangkang-ngangkang karena habis ngompol.

"Payah lah kau!" bentak Kael.

Meskipun dikecam oleh sahabatnya, Ucok tetap lebih memilih menyimpan kekagumannya kepada Butet, menyembunyikan Cintanya dibalik Layar Imajinasi di kepalanya, bagi Ucok itu sudah lebih dari cukup.

"Cantik ya si Butet lae," Kata Ucok berbunga-bunga setelah tenggelam dalam khayalan tentang Butet.

Kael yang hampir operasi gondok karena ulah Ucok yang gak berani take action akhirnya dengan nekad menghampiri Butet dan kawan-kawannya.

"Woi, Butet!" panggil Kael.
"Iya, kenapa ya?"
Ucok mulai panik, detak jantungnya bertambah kencang, matanya terbelalak, air liurnya tumpah, Jigongnya keluar dari sarangnya, mulai ada aroma-aroma tak sedap di sekitarnya.
"Itu ada yg kirim salam, kawanku si Ucok," kata Kael menunjuk ke belakang ke arah Ucok yang sedang kaku melihat tindakan Kael.
"Mana?" Jawab Butet celinguk sambil melihat ke arah Ucok.
Ucok dan Butet beradu tatap, Ucok pingsan. Ucok di bawa ke ruang UKS dan entah kebetulan atau bagaimana ternyata Butet adalah pengurus PMR sehingga ikut membantu merawat Ucok.

Sekitar 99 tahun di ruang UKS, akhirnya Ucok mulai sadar, pelan-pelan dia mulai membuka matanya, samar-samar mulai dia melihat sahabat terbaiknya yang setia menunggu, Kael.

"Udah berani kan aku kael? Udah ku tatap kali pun mata si Butet tadi," Ucap Ucok dengan sombongnya seolah melupakan kalo dia habis pingsan setelah beradu tatap dengan Butet.

"Ucok gapapa kan?" tanya Butet yang mendadak masuk ke dalem ruang uks yang daritadi menunggu diluar.

Ucok pingsan lagi.

"Kenapa sih dia?" tanya Butet ke Kael.

"Gak tau aku, banyak makan Micin gitu lah!" jawab Kael.

Ditengah Pingsannya Ucok, Kael dan Butet masih menunggu dan menjaga. Namun Ucok malah sempat-sempatnya ngigau,

"Butet kau mau gak jadi pacar aku?" tanya Ucok.
...
"Apa?! Kau mau tet?! ini beneran kan? ga bohong kan? ini ga mimpi kan? Butet coba cubit aku? cubitt?! coba tampar aku?! tampar?! coba setrum aku?! setrum?!"

Butet dan Kael pandang-pandangan heran.

Akhirnya atas saran Kael, Butet pun meninggalkan ruang UKS dan melanjutkan pelajaran ke kelas dan tak beberapa lama Ucok pun sadar dan terbangun.

"Mana Butet kael?" tanya Ucok.
"Udah kusuruh dia kekelasnya, pingsan lagi kau nanti,"
"Bah?! Kok sepele kali kau?! udah mau kumintakkan kian tadi nomor hapenya itu padahal?!" lagi-lagi Ucok menjawab dengan sombong.
"Ku setrum lah kau ya pakek Genset?! Udah 188 tahun kau gak bangun-bangun, tengok kita, gara-gara kau pingsan, Masih SMP kita kan, Mukak kita udah kek opung-opung gini!" Bentak Kael.

Ucok tersenyum Pahit.

Begitu lah aksi 'Cinta dalam diam' yang dilancarkan Ucok di sekolah. Ketika sampai rumah dan membuka sosial Media pun nama pertama yang disearchnya adalah Butet, baik itu Instagram, Facebook dan Omegle, Oke Omegle enggak-enggak *hahaha. Dekorasi kamar Ucok pun penuh dengan Foto-foto Butet yang ditempelkannya di dinding-dinding kamarnya. Berbagai ekspresi Foto Butet berhasil dikoleksi Ucok, Foto ekspresi senyum, ekspresi manyun, ekspresi sedih, dan ekspresi ngeden. Semuanya tergantung rapi di Kamar Ucok. Di tiap harinya Ucok hanya membatin sambil ngomong "Nih cewek gak cantik sih, tapi Lucu juga ya,". Walaupun begitu, Ucok punya 1 foto di kamarnya yg ada berdua dengan Butet, Foto bersampingan, yang lebih tepatnya, Foto Butet sendirian tapi disampingnya ditempel potongan foto kepala Ucok, ngebuat Ucok sama Butet kayak kembar dempet. Selain foto,  Ucok pun sering membuat puisi yang mewakili perasaannya ke Butet. Ucok yang biasanya Bahasa Indonesia nilainya merah entah kenapa semenjak mengagumi Butet, dia bisa seperti Pujangga-pujangga cinta, seperti pendekar-pendekar sajak. Puisi-puisi seperti,


Butet, Oh buteet...


Mata kau begitu Indah. 

Tatapanmu selalu membuatku Resah

Senyum di ujung bibirmu

Selalu sukses membuatku terbujur kaku



Aku yang mungkin hanya
Mencintai tanpa disadari
Bukan...
Mencintai tanpa mau disadari olehmu

Senyummu yang tampak olehku dari jauh
Sudah cukup untuk menyiram hatiku
Walaupun kusadari senyum itu bukan untukku
Namun tetap... 
senyummu adalah air kebahagiaanku
Kebahagiaan yang akan membuat
Benih-benih cinta ini 
Suatu saat nanti akan tumbuh
Ucok si pangeran Katakmu


Begitu lah keseharian Ucok, Entah kenapa ketika bertemu atau berpapasan dengan Butet, Ucok mendadak jadi penyakitan, Tiba-tiba Keringat dingin lah, Deg-degan lah, tiba-tiba Amnesia lah dan tiba-tiba kena M*ncret Kronis lah. Tak jarang Ucok masuk ruang ICU setelah bertemu Butet.

"Apa keluhan kamu nak?" tanya Dokter Kandungan ke Ucok.
"Gak tau dok, tiba-tiba jadi penyakitan aku waktu ketemu Butet," jawab Ucok sambil memasang muka manja-manja gak tau diri.
"Siapa emang Butet itu?"
"Calon cewek aku lah dok,"

Dokter pun jijik mendengarnya.

Oke maaf buat cerita sedikit absurd diatas.

Berbicara tentang pengagum rahasia, menurut aku, Secret Admirer itu orang yang milih menyimpan rasa kagum atau perasaan cinta dan rasa sayangnya sebatas di angan tanpa sedikit pun memiliki keberanian untuk mewujudkannya. Miris memang, tapi entah kenapa orang-orang seperti ini biasanya sulit untuk disadarkan. Secret Admirer ini juga punya level-level tertentu versi aku yaitu, 

1. Level Sniper.

Secret Admirer tipe ini yaitu tipe serba jarak jauh, dimana dia hanya berani melihat gerak-gerik si Gebetannya dari jauh, hanya bisa stalking sosial medianya tanpa berani ngechat, selalu memperhatikan dari jauh tanpa punya keberanian untuk berkenalan atau bahkan melihat sang gebetan lebih dekat. Hanya bisa memandang langit yang sebenernya awannya sedang amburadul tapi imajinasinya merangkai seolah-olah awan itu membentuk nama si Doi, misalnya kyak Helen, Marissa, Bambang.

2. Level Prajurit Magang.

Level Secret Admirer yang ini sedikit lebih baik, dia mulai berani berkenalan namun cuma sebatas itu. Kalo pun berani Chat di sosmed itu juga dengan modus yang benar-benar basi seperti,

"Tet, besok ada PR gak?"
"Tet, hari kamis pake baju Olahraga kan?"
"Tet, ayo join MLM, setahun ikut, bisa beli kapal pesiar"

Nah biasanya kalo udah di Level Prajurit Magang si Doi itu kadang responnya positif dan udah mulai ngasih tanda-tanda misalnya dia nyubit-nyubit kecil pas lagi bercanda, walaupun habis dicubit besoknya kita dirawat ke ahli urat saraf. Sebenernya tinggal tembak, tapi? lebih memilih dipendem, Yaah namanya juga prajurit magang belum berani narik pelatuk di pistol.

3. Level Jendral Bimbang.

Nah di level ini sebenernya semua berjalan positif, positif banget. Dari mulai perkenalan terus chat di sosial media terus sesekali pergi jalan bareng dan kadang-kadang curhat-curhat masalah-masalah yang udah mulai sensitif dan pribadi. *cieee
Udah mulai saling perhatian satu sama lain,

"Kamu bangun tidur jangan lupa nafas ya," isi Wa Butet ke Ucok.
"Iya kamu juga ya tet, kamu juga jangan lupa itung berapa butir nasi yang kamu makan ya, pokoknya aku harus tau," balas Ucok.

Semua udah positif namun keseringan ngebatin-ngebatin seperti,

"Ah dia kyaknya nganggap aku sahabat aja deh,"
"Ah dia kyaknya nganggep aku Abang GoKek aja deh,"
"Ah dia kayaknya ga nganggep aku deh,"

Gitu aja terus sampek waktu menghantarkanmu melihat kenyataan bahwa rambut yang sebenernya akan kau elus bakal dielus oleh orang lain, lebih tepatnya cowok lain. Ngarep sih tapi kebanyakan ragunya. Miris!.   



Aku pun pernah berada di fase ini, fase dimana imajinasiku membayangkan kebersamaanku dengan sosok yang kukagumi, namun imajinasiku juga yang membuat seolah-olah itu menjadi ketakutan besar ketika aku bertemu atau berpapasan dengannya. Misalnya pas lagi suka ama satu cewek ngebayangin gimana bisa jalan bareng ama dia, ngobrol bareng, ketawa bareng sambil sesekali dicubit-cubit kecil olehnya, yang dicubit tangan tapi yang kerasa malah hati tapi aku yakin imajinasi ketakutan kadang muncul dan ini biasanya berasal dari logika, misalnya ketika kita mau ngajak kenalan takutnya datang cowoknya lah, atau datang Mamanya lah, atau datang bulannya lah, *apasih. Tapi biasanya Logika dari pelaku Secret Admirer ini lah yang justru sering menjebak mereka untuk lebih memilih diam, menyimpan tanpa pernah mengungkapkan, menanam tanpa pernah ditunjukkan buah-buah cintanya, nyaman memendam, terhindar dari malu apabila mengambil resiko.

Hey! Stop It!

Oke fine hidup itu pilihan dan kita bebas memilih bagaimana cara kita, tapi ingat, gelisah dan angan tentang dia lebih baik jangan disimpan. kalo pengen lebih dekat lebih baik take action. Ingat! Ditolak itu resiko, tapi Diterima dengan baik juga peluang, kenapa takut mengambil peluang tersebut? Terkadang kita terlalu takut sama kenyataan yang kita bangun sendiri padahal itu hanya ketakutan belaka tanpa pernah benar-benar terjadi. Pernah gak sih kita deg-degan kenalan ama orang yang benar-benar kita suka tapi kita coba untuk serileks mungkin berkenalan dengan dia walaupun sebenernya kita sedang grogi? Yakin lah, apabila melihat senyum merekah dari kenalan kita itu sudah bisa dipastikan kita udah hampir berhasil di proses perkenalan dan entah kenapa tiba-tiba timbul rasa kebanggaan dan juga keyakinan pada diri sendiri bahwa semuanya ga seburuk apa yang kita takutkan, bukan?

Dalam semua hal pasti lah ada resiko gagal, nah takut gagal ini yang biasa jadi bensin buat para Secret Admirer untuk terus melanjutkan aksi Cinta Dalam Diam nya, padahal apa salahnya mencoba toh selain gagal kan ada peluang berhasil?.

Oke ini akhir dari postingan ini, sorry kalo sedikit memojok-mojokkan secret admirer, menurutku sih bukan memojokkan tapi membantu Secret Admirer untuk membuka matanya melihat sisi positif dari suatu hal. Peace yak yang lagi Secret-secretan.

Terima kasih buat para pembaca blog ini.

Mari berteman di sosial media,

IG : @yosafatagape
FB : Yosafat Agape Christian Sirait

BRAVO GOOD PEOPLE !!!!







Tips Ampuh Memenangkan Impresi Pertama Gebetan Atau Kenalan!

Image by google


Setelah mengikuti tips sebelumnya,
[BACA JUGA : TIPS MENGAJAK GEBETAN KETEMUAN]

Ucok akhirnya berhasil mengajak Butet ketemuan. Namun lagi-lagi, gak Ucok namanya kalo ga selalu salah di mata Butet dan keluarganya.

"Buteeet," panggil Ucok dari depan pagar Rumah Butet.
"Buteee eeeee eet," panggil Ucok lagi dengan nada kek anak kecil mau beliin Kiranti mamaknya di warung.
"Beliiiiii iii iik," 

Beberapa kali dipanggil, akhirnya keluar lah seseorang, bukan butet, tapi mesin yang memproduksi Butet, Papa Butet. Postur papa Butet yang tinggi besar, perut mancung, Brewokan dan telanjang dada tampak di depan Ucok dan menghampirinya.

"Ha? Ya? Nyari siapa kau?" jawab Pak Butet ketus, memandangi si Ucok dari bawah sampek ke atas, memandangi dengan perasaan jijik.

"Permisi tulang. Butet ada tulang?" tanya Ucok pelan.

"Gak usah keras gitu suaramu!" Sopan sikit ama orang tua!" bentak Pak Butet.

"Butet ada tulang?" kali ini Ucok menjawab dengan berbisik.

"Apanya kau bilang? Gak ada mulutmu lagi ngomong?" 

Ucok pun dongkol, namun berusaha menahannya.

"Gini tulang, aku nyari si Butet tulang" jawab Ucok yang berusaha mengatur volume suaranya setengah berbisik, setengah pelan, pikir sendiri lah ya kek mana hahaha.

"MENJAWAB-JAWAB LAGI MULUTNYA INI! EEE HEEE!," jawab Pak Butet geram.

Gilas aja aku tulang pakek mobil Babi.

Bukan tanpa alasan Ucok mendapatkan perlakuan segalak itu dari Pak Butet. Sebagai orang tua, tentu papanya Butet menginginkan yang terbaik untuk anaknya, ya Ucok gagal memberikan kesan pertama yang baik karena ketika bertamu kerumah Butet, Ucok malah menggunakan kaos Singlet yg dibelinya di pasar kaget, Ucok terinspirasi dari vokalis band A kali 7 (AX7) Mat Sado, walaupun waktu make itu Ucok malah kayak anak TK baru belajar jadi preman. Kaos singlet itu juga membuat Bulu Ketek Ucok terlihat secara frontal yg ngebuat Oksigen di bumi bereaksi dengan kepulan-kepulan aroma pergerakan ketek Ucok, membentuk senyawa baru, Sianida, ngebuat papa Butet hampir tewas sesak nafas ketika ngobrol sama Ucok walaupun hanya 5 menit. Untung aja kasus ketek Ucok ini gak diperkarakan di meja hijau. 

Selain singlet sianida, ternyata Ucok juga make celana Jeans Ngebling atau sengaja di pelorotin sampek kelihatan celana Boxer. Yaps, Ekspektasi Ucok emang Pasha Ungu, tapi di mata pak Butet, trend Fashion Ucok ini lebih mirip Orgil Ber*k Celana.

"Masuk cok masuk, aku baru siap mandi," tiba-tiba suara Butet terdengar dari ruang tamu.

Spontan, Ucok dan Pak Butet tatap-tatapan. Ucok menatap Pak Butet dengan tatapan manja-manja berharap, Pak Butet menatap Ucok hina. Namun akhirnya mereka jadi sama-sama masuk ke ruang tamu karena suruhan Butet. Pak Butet menggandeng tangan Ucok, suasana jadi sedikit Awkward,

"BERDUA KITA HADAPI DUNIIAAAA," tiba-tiba muncul Backsound Tulus-Teman Hidup entah darimana.

Ucok pun mual, mendadak menyadari khayalannya yang sangat najis itu.

"Udah sampek daritadi ya cok?" sapa Butet.
"Oh, enggak kok tet, baru juga sampek," jawab Ucok padahal udah dihina-hina Bapak Butet selama 3 jam.
"mau kemana kalian? tanya Pak Butet penuh selidik.
"mau jalan tulang," kata Ucok menjelaskan.
"IIIYYYAAAA!!!! TAU AKU KOLOK ITU! MAKSUDKU, KEMANA! KEMANA KALIAN!," lagi-lagi Ucok dibentak-bentak Pak Butet.
"Mau pigi makan tulang," Ucok ngomong sambil gemetar.
"Bah!?!?! kenapa gak makan dirumah aja?" Kilah Pak Butet yang coba mencegah anaknya ngedate dengan Orang Gila Berak Celana.
Melihat situasi yg gak kondusif, Butet langsung menyalam Bapaknya itu,
"Pigi ya aku pak, jgn pala apa kali ama Ucok, Bapak kek ga pernah muda aja hahaha," kata Butet sambil pamit dan tertawa Kecil.
Pak Butet pun tersenyum pahit.
"Pigi ya tulang," Spontan Ucok pamitan juga dan berniat menyalami Pak Butet dengan ramah, menyalam sambil menunduk, mencium sela-sela jari Pak Butet.
"Iya cok, baek-baek kau jaga si Butet ya," sambil membalas salaman Ucok dan sedikit menokokkan Jidat Ucok yang sedang nunduk di dekat jari-jarinya sambil berbisik,
"Awas kau ya,".

Ucok dan Butet pun akhirnya berhasil jalan untuk kali pertama. Mereka masing-masing nampak bahagia, atau lebih tepatnya Ucok nampak bahagia, Butet nampak nahan muntah.

"Akhirnya kesampean bawak si Butet Raun-Raun," batin Ucok masih gak percaya kalo wanita yg digonceng dia adalah Butet.

"Cok," panggil butet.

"Coook!!,"

PLAAAAK,

"WOI, BODOOK! LIAT JALANMU!!!!," teriak Butet sambil melibas helm si Ucok.

"Aih Maak! Sorry sorry tet," Ucok tersadar dari lamunannya.

"Gilak kau ya!!! nyaris kita nabrak Truk Sampah, fokus bawa motor, jangan ngelamun kau!" Teriak Butet.

"Iya, aku gilak karena kau Butet," batin Ucok yg masih sempat-sempatnya ngegombal.

"Sorry, sorry tet," jawab Ucok lagi.

Akhirnya mereka pun sampek. Mereka jalan berdampingan menyusuri area parkiran menuju ke mall, Ucok tampak masih gak percaya hari itu dia benar-benar kesampean jalan sama Butet. Dia sengaja berjalan sedikit lebih lambat dari Butet agar bisa memperhatikan Raut wajah Butet, Senyumnya, Lekuk Wajahnya, Matanya yang hangat, walaupun menurut orang lain mata Butet, mata nyarik ribut.

"Cok," sapa Butet coba mencairkan suasana yang agak kaku daritadi.
"Iya tet, kenapuaaah?" Jawab Ucok sambil tebersin tapi gak jadi.

Butet mendadak mengibas-ngibaskan tangan ke mulutnya sendiri,

"Bauk apa ini?" tanya Butet yang tampak sedang sekarat, mata memerah, bibir membiru, dada sesak dan seolah-olah perlu nafas buatan.
"Bauk apa sih? gak ada apa-apa padahal," Jawab Ucok masih belum sadar.

"Habis makan sampah kau ya cok?!"
"Nafas kau itu ya! Kek kentut Umang-umang(Baca:Keong)"
"Emang umang-umang kentut gimana?" tanya Ucok bingung.
"Kau cium aja sendiri bokongnya,"

Selain bau badan yg horor ternyata aroma mulut Ucok pun berbahaya. 1 hembusan nafas Ucok sama dengan segelas sianida, *emangmilkita.

Akhirnya ketika sampai di salah satu restoran, Ucok dan Butet pun ngobrol-ngobrol santai. Yang mereka obrolin juga topik yg ringan-ringan, kayak Investasi saham, Amnesti Pajak, Rudal Korut yang mau hancurin US, pengaruh turunnya harga minyak bumi kepada uang jajan siswa Playgroup dan cara menghitung rasa sayang mantan berdasarkan kecepatan Move Onnya. *anjay

"Tet, menurut aku, politik di Indonesia ini udah terlalu banyak settingannya, entah yang mana yang benar, semua sama-sama korupsi!" Ucap Ucok dengan tegasnya seperti Bung Karni ILC(Indonesia Lawyers Club) padahal Ucok gak tau apa-apa tentang politik, yang sering ditonton Ucok di Youtube pun cuma Upin-Ipin. Itupun dia nangis, ngeliat episode Upin-Ipin minta maaf ke Opa. Ucok memang sengaja memilih topik tentang politik untuk diobrolkannya dengan Butet, dengan harapan, Butet menganggap Ucok sebagai Cowok Intelek, cerdas, berwibawa dan berwawasan luas namun kenyataannya,

"ngomong apa sih kau cok? kita ini masih kelas 3 SD loh" Jawab Butet.

bukannya berhenti, Ucok malah terus melanjutkan kata-katanya,

"Aku prihatin ngelihat kondisi perpolitikan negri ini tet," Kata Ucok lagi.

"COK! BISA STOP GAK?!" Butet mulai emosi.

"Butet. pernah gak sih mikirin ibu Pertiwi? sedang bersusah hati? melihat kondisi negri, yang dipenuhi..." Ucapan Ucok pun makin ngelantur kemana-mana.

"Ucok bisa stop gak?!" Bentak Butet sambil menatap Ucok dengan tatapan Bengis.

"Kuuu, lihat ibu pertiwi," Ucok mendadak malah nyanyi.

"Kau ya cok! Halah!," 
"Gaya ngomongin politik, Setiap Upacara, langganan pingsan!"
"PPKNmu merah, IPSmu pas-pasan KKM, udah lah cok, ngomong yang kau tau aja, emang apa sih cok yang kau tau?" Ejek Butet.

Mendengar kata-kata Butet yang nusuk parah, Ucok pun langsung minum aer kobokan (baca:cuci tangan).

"Jujur tet, yang aku tau cuman bola, cewek kan biasanya gak sukak bola, iya kan?" Kata Ucok sambil tertunduk malu.

"Kata siapa cew ga suka bola? Aku sukak kok" jawab Butet masih agak jutek.

"Serius sukak? kau sukak tim apa tet? atau suka pemain tim mana?" Ucok pun mendadak antusias melihat kalo ternyata Butet sukak bola juga.

"Aku sukak Firmino, tau gak?" balas Butet ketus.

"Firmino pemain Liverpool itu tet?" jawab Ucok sedikit kaget.

Butet mengangguk,

"Wah, kau sampek tau Firmino tet? spesifik kali selera kau ya tet. yang kupikirnya cuma Messi ama Ronaldo yang kau tau tet,"

"Ngomong-ngomong, kok bisa sukak ama Firmino kau tet?" tanya Ucok sambil minum Espresso yg tadi sempat dipesannya.

"Eeeee...." Butet tergagap.

"Kenapa tet?"

"Eeee... kau beneran pgn tau ya?" tanya Butet yang tampak ragu.

"Iya lah, jarang-jarang cewek suka bola, Liverpool pula lagi ya kan," jawab Ucok dengan sumringahnya sembari meneguk Espresso.

"Duh, aku malu jawabnya cok," Muka Butet tampak memerah.

"Ya, ampun, sama aku aja pun tet, gapapa ah. Slow aja kau tet, kek baru-baru aja kenal ama aku"

"Yakin gapapa?"

"IYA, AH! dibilangin daritadi juga," jawab Ucok sambil mecolek lengan Butet.

"Firmino mirip mantanku waktu TK," Ucap Butet dengan setengah berbisik dan muka memerah.

Sekarang gantian, muka Ucok memerah, dia langsung mengayunkan tangannya memanggil waitress,

"Mesan Baygon Pake Es 1 ya," perintah Ucok.

Dari kesalahan-kesalahan Ucok diatas, kita bisa belajar banyak hal yaitu,

1. Berpakaian Rapih dan Bersih.

Ketika kita bertemu untuk pertama kalinya dengan seseorang, baik itu gebetan, teman, kenalan atau selingkuhan, Rapih itu wajib hukumnya. Maksud dari rapih itu bukan selalu menggunakan Setelan Kemeja dan Jas dengan Celana Kain dan sepatu Vantopel padahal tujuan ketemunya hanya untuk nemanin beli Ikan di pasar. Rapih lebih kepada kemampuan kita menyesuaikan penampilan, di jaman serba internet ini kalian tinggal cari trend fashion di google maka akan tampil banyak daftar trend, pada dasarnya trend fashion cowok tidak lah terlalu ribet, Kombinasi Kaos T-Shirt dan Jaket serta Celana Jeans terasa udah cukup keren untuk suasana Casual atau Kemeja serta celana Jeans untuk suasana sedikit formal, ya disini lah kemampuan kita untuk memilih dan menyesuaikan penampilan dengan keadaan. Karena pada dasarnya manusia selalu menilai buku dari sampulnya, misalnya kalo kita ngeliat sampulnya gambar angka, secara otomatis kita menilai itu buku MTK, kalo sampulnya gambar pahlawan berarti buku sejarah, kalo sampulnya foto mantan berarti buku Hidayah. Intinya kesan pertama yang rapih mampu membuat peluang kalian diterima dengan baik menjadi lebih tinggi dan tentu saja ngebuat orang lain nyaman dan betah untuk terus ngobrol atau ngabisin waktu ama kalian, jadi masih mau tampil acakadut? amburadul?.

2. Your smell is YOU

Ini juga salah satu hal terpenting. Pada dasarnya baik cewek, maupun cowok sama-sama suka aroma wangi. Buat cowok, jangan lupa pake deodorant apalagi yang Keteknya suka banjir bandang dan berbekas kuning crispy keemasan dan juga jangan lupa make parfum. Terkadang setelah sikat gigi nafas masih bisa berpeluang untuk belum segar, nah disini kalian kalo bisa beli permen Mint di warung terdekat, jangan hanya gara-gara 500 perak, peluang kalian untuk mendapatkan impresi pertama yang baik gagal. Terkadang aku juga bawa tas kecil yang isinya parfum, jadi kalo dijalan dan udah sampe tujuan terkadang parfum menguap, ngebuat aromanya menghilang, maka itu saatnya untuk pergi ke WC mall dan semprotkan parfum kembali. Bawa parfum, permen dan biasanya sisir, ya terkadang aku seperti itu sih, tapi hitung-hitung buat tampil rapi, bersih dan wangi, why not?

3. Jadilah teman ngobrol yang baik.

Ketika mengobrol dengan seseorang, pancing dia untuk bercerita tentang dunianya, tentang hobinya atau tentang kegiatannya, dengarkan dengan baik dan terus gali bahan obrolan dari situ. Karena pada dasarnya orang sangat senang menceritakan apa yang sedang dikerjakannya, apa yang menjadi hobinya ataupun jadi kesibukannya, apa yang sedang diimpi-impikannya, bukan memaksakan bahan obrolan yang sebenernya bukan kita, dengan tujuan agar terlihat lebih keren, lebih intelektual, lebih pinter padahal apapun yang dimulai dengan kepalsuan dan kebohongan bakal terungkap seiring berjalannya waktu, *apasih. Karena kunci dari sebuah komunikasi adalah hubungan dua arah bukan dominasi satu arah, bukan kita terus yang bercerita tentang hidup kita, bukan kita terus yang bercerita tentang apa kesibukan kita, apa impian kita, tapi saling gantian satu sama lain. Sekali-sekali selipkan candaan agar suasana menjadi tidak kaku, namun jangan sampai berlebihan, karena biasanya yg berlebihan itu enggak baik, misalnya berat badan berlebihan. *malahcurhat


Oke, ini akhir dari Post yang sangat panjang ini, jujur, semua hal diatas ini pun sebenernya masih jadi bahan belajar buat aku juga, aku bukan sepenuhnya seorang yang jago, but i want to share my experience for all of you. Semoga bisa bermanfaat dan berguna bagi nusa, bangsa dan agama. *apasih.

Kalo kalian punya tips-tips atau saran-saran lain yang lebih keren, ampuh atau jitu kalian bisa share di kolom komen ya.

mari berteman di sosial media,

Instagram : www.instagram.com/yosafatagape
Facebook : Yosafat Agape Christian Sirait

BRAVO GOOD PEOPLE...















  


  

Pelajaran Hidup! Pembantu yang setia kepada majikannya!




Kali ini bakal cerita sedikit serius, no ketawa-ketawa kayak sebelum-sebelumnya. Cerita ini aku dengar ketika menonton khotbah pak pdt.Ridwan Hutabarat di Youtube. Tidak ada maksud apa-apa, hanya sekedar sharing karena cerita ini memang dalem maknanya menurutku. Cerita sedikit didramatisasi, namun tetap memiliki makna yang sama. Yes you know my dramatization skill, right? Enjoy the show. 

Pada suatu waktu, timbullah keinginan dari Ucok yang udah lama menjadi Majikannya Butet. Keinginan untuk memberikannya penghargaan atas kesetiaannya bekerja sebagai pembantu selama 7 tahun.

"Tet.." panggil Ucok yang sedang duduk sambil membaca koran.
"Iya pak Ucok.." jawab Butet yang baru saja siap memasakkan Babi Panggang kesukaan majikannya itu.
"Bisa kesini sebentar? Ada yang mau aku bicarakan."
Dari dapur, Butet pun langsung menuju keruang tamu tempat Majikannya itu duduk, keringat di wajahnya, serta Celemek yang tampak berbekas minyak seolah tidak diperdulikannya, dia langsung saja menemui majikannya.
"Ada yang bisa saya bantu pak?"
"Duduk , duduk," Ucok mempersilahkan Butet untuk duduk, seperti ada sebuah hal penting yang akan mereka bicarakan.
Butet pun tak bisa menyembunyikan kegugupannya. Dengan kepala tertunduk, telapak tangan terbuka yang diletakkan diatas lutut, sedikit gemetar. Otaknya terus mengingat-ngingat apakah dia pernah melakukan kesalahan?.
"Jadi teeet."(E Keeras)
"Begini..." Ucok sedikit menahan perkataannya.
Butet pun makin gemetar.
"Kau kan udah lama kerja disini, udah berapa tahun tet?"
"7 tahun pak,"
"Aku akan pergi ke luar kota selama 1 tahun, Kau jaga lah ya rumahku ini!"
"Iya pak Ucok, baik pak."
"Kalo bisa kau jaga dengan baik, sesuai dengan standart aku. Ku belikkan kau kereta!(Baca:motor)."

Butet pun tak bisa menyembunyikan perasaan terharunya. Yang ada di pikirannya, hanya motor, motor dan motor. Memikirkan momen-momen yang akan terjadi, momen dimana Butet mengendarai motor barunya, pergi kemanapun dia mau dan berbagai macam kebahagiaan-kebahagiaan lain yang akan terjadi ketika Butet memiliki motor.

Keesokan harinya tibalah waktu buat Ucok pergi keluar kota selama setahun dan menitipkan rumahnya dijaga oleh Butet.

"Pergi ya aku Butet," pamit Ucok sambil menuju Mobil Alphard yang akan dibawa oleh supir Ucok, Michael yang biasa dipanggil Kaeel(E keras).

Setiap harinya, Butet menyelesaikan pekerjaannya secara asal-asalan, yang hanya ada di kepala Butet hanya motor, motor dan motor. Butet pun malah menghabiskan waktunya untuk belajar naik motor, belajar dari temannya. Butet tetap mengerjakan pekerjaannya seperti biasa, lebih tepatnya lebih asal-asalan dari biasanya. Dia udah gak sabar untuk menagih janji majikannya, Ucok.

"Permisi...." terdengar suara dari depan rumah Ucok.
"Iya," jawab Butet dan ngeliat bahwa yang datang adalah driver Go Kek. Selama ditinggal Ucok selama setahun, semua belanjaan dan kebutuhan rumah diantarkan menggunakan Go Kek.
"Ini ya mbak," kata driver itu sambil menaruh beberapa plastik besar berisikan bahan-bahan sembako ke daerah dapur Rumah Ucok.
"Oke pak, taruh aja disitu pak," jawab Butet yang lagi ngepel lalu melanjutkan lamunannya, lamunan tentang motor baru tentunya!.

"Aku gak sabar lagi bisa punya motor," batin Butet.

Tanpa terasa setahun terlewati, Butet pun semakin tidak sabar untuk menerima motor dari Bos Ucok. Setelah belajar naik motor dan sharing dengan teman-temannya tentang motor. Butet merasa yakin dia akan mendapatkan motor dari Bos Ucok.

"Buteettt," panggil Ucok yang udah didepan pintu masuk rumahnya.
"Iya pak," dengan tergesa-gesa Butet menuju pintu.

Ucok tanpa basa-basi langsung bertanya kepada Butet,

"Gimana keadaan rumah ini tet? udah kau lakukan apa yang aku bilang selama setahun ini?" tanya Ucok dengan serius.
"Udah pak, semua yang bapak suruh sudah saya lakukan," jawab Butet pede.
Ucok memicingkan matanya ke Butet,
"Sesuai standar aku?"
"I... iya pak," jawab Butet tampak tak yakin.
"Oke Butet aku langsung saja ya,"
"Sebenarnya aku selama setahun ini memperhatikan kau," *cie *seriuswoi
"Maksudnya pak?" tanya Butet memperjelas.
"Kau tau kenapa selama ini, setiap belanjaan untuk keperluan dirumah ini dianter sampek ke dalem rumah menggunakan Go Kek?"
Butet menggeleng.
"Jadi Driver Go Kek itu adalah teman aku. Selain mengantar belanjaan, dia juga kutugaskan untuk memfoto keadaan rumah ini sehari-harinya," kata Ucok yang mendadak membuat Butet kaget dan semakin cemas.
"Selain itu, aku juga sudah nanya ke Kael, kau ternyata malah jarang dirumah, malah pergi kemana-mana dan bekerja asal-asalan,"
"Jadi kau sudah tau kan?" tutup Ucok.
Butet menunduk,
"Pak Ucok!!! Saya tidak terima!!! saya sudah mengerjakan apa tugas saya, Bapak jangan curang seperti itu lah!!!" Butet mendadak berteriak-teriak menuntut janji Majikannya.
"KAU GAK MEMENUHI KEWAJIBANMU TERUS KAU MENUNTUT JANJIKU?!," bentak Ucok.

Ya, semoga pada ngerti ya inti dari cerita ini, ini bukan cerita tentang agama, bukan!. Menurutku, Motor diibaratkan berkat, dan mengerjakan sesuai standart adalah kewajiban. Terkadang sebagai manusia, kita semua, terutama aku, sering seperti Butet. Menuntut berkat namun tak melaksanakan kewajiban. Bagaimana kalo misalnya?

Butet bekerja ekstra keras melebihi standart Bos namun dia lupa kalo misalnya dia akan mendapatkan motor?
Memenuhi dengan sangat baik kewajiban, tapi melupakan apa yang dijanjikan bosnya?

"Buteettt," panggil Ucok yang udah didepan pintu masuk rumahnya.
"Iya pak," dengan tergesa-gesa Butet menuju pintu.

Percakapan part II

"Sebenarnya aku selama setahun ini memperhatikan kau," *cie *seriuswoi

"Maksudnya pak?" tanya Butet memperjelas.
"Kau tau kenapa selama ini, setiap belanjaan untuk keperluan dirumah ini dianter sampek ke dalem rumah menggunakan Go Kek?"
Butet menggeleng.
"Jadi Driver Go Kek itu adalah teman aku. Selain mengantar belanjaan, dia juga kutugaskan untuk memfoto keadaan rumah ini sehari-harinya," kata Ucok yang mendadak membuat Butet bingung.
"Jadi kau sudah tau kan?" tutup Ucok.
"Tau apa ya pak?" tanya Butet yang masih belum mengerti apa yang sebenernya ingin dibicarakan Ucok.
"Kau ingat tahun lalu apa yg aku bicarain sebelum pergi ke luar kota?"
Butet menggeleng dan dengan polosnya menjawab,
"Enggak pak, emang apa ya pak? saya lupa hehe,".
"Setahun yang lalu, aku berjanji mau kasih kau kereta(Baca:motor), kalo kau bekerja dengan baik dan sesuai standart aku,"
"Iya ya pak? saya beneran lupa pak hehe" lagi-lagi dengan polos dan tertawa kecil Butet menjawab.
"Setelah melihat hasil kerja kau, ternyata driver Go Kek kawan aku sangat puas melihat kerjamu, dia juga memfoto seisi rumah dan mengirimnya ke aku, ternyata kau bekerja begitu baik butet, sangat salut aku melihatmu,"(Baca semua e pakek e keras biar kek Ucok kalian).
"Terima kasih atas pujiannya pak, padahal saya biasa saja pak," balas Butet merendah.
Singkat cerita, Butet pun diberikan hadiah motor dan tak tanggung-tanggung, Ucok memberikan Butet Kawasaki Ninja 500CC. Selain itu, karena Butet udah bertanggung jawab selama 7 tahun bekerja kepada Ucok maka Butet pun dinaikkan gajinya menjadi 2 kali lipat, gaji butet setara gaji Neymar PSG.

Ya ini akhir dari cerita ini, diambil positifnya, dibuang negatifnya, dikucilkan yang jomblonya. Semoga bisa bermanfaat, walaupun gak ada manfaatnya sama sekali. Postingan ini hanya sekedar sharing dan menambah pelajaran hidup buat kita-kita. *apasih.

Buat yang setia baca Blog ini, yuk berteman di sosial media,

Instagram : @yosafatagape
Facebook : Yosafat Agape Christian Sirait

BRAVO !!! GOOD PEOPLE !!!




  


      
  

Cara Mengajak Gebetan/Kenalan Untuk Ketemuan/Kopi Darat

Image by www.google.com

Keesokan harinya, terbesit lah dalam benak Ucok untuk mengajak si Butet ketemuan, namun Ucok tampak bingung memulainya darimana. Menurut Ucok, Butet udah ngasih tanda-tanda positif, misalnya,

1. Waktu balas Chat Ucok.

"Butet.." sapa Ucok melalui WA,

"Sorry ya Cok, aku ngantuk, pengen tidur, bye," Balas butet, padahal udah jam 1 Siang.

"Oooh, mungkin dia kecapekan kerja karena masuk malam, makanya tidur siang, " batin Ucok berusaha positif Thingking padahal si Butet masih TK.

Ucok tetap tak mau menyerah, keesokannya dia ngechat si Butet lagi,

"Butet, lagi ngapain?"

"mkn," balas Butet, singkat, padat dan pedas, bikin Mata Ucok perih, namun Ucok tetap tidak mau menyerah,

"Makan apa butet? Jangan lupa pakek sayur ya biar sehat, jangan lupa minum susu juga biar 4 sehat 5 sempurna" kata Ucok seolah-olah seperti Pakar Gizi Indonesia, padahal sehari-hari Ucok makan Gorengan 17, Bayar 2, malah kadang-kadang gak bayar. Udah Gizi Buruk, bisa bikin kualat lagi. Cok.. Cok..

"OK" 2 huruf balasan dari Butet yang langsung bikin Ucok termotivasi untuk menenggak Baygon.

"gapapa, yang penting dia bales," batin Ucok terus berusaha Positive Thingking, sampai tiba-tiba keesokan harinya,

"Cok," sapa Butet di WA.

"Kan, benerr". 
"Kan, luluh".
"UCOK INI LEK!!" teriak Ucok di batinnya sendiri, merayakan kemenangannya.

Ucok pun mengetik "Apa tet?", 
terus dihapus lagi, takut kelihatan gak sopan karena manggil makek nama, 

Ucok ngetik "Iya", 
terus dihapus lagi, takut kelihatan terlalu jutek karena balesnya pendek, 

Ucok ngetik "Apa beb?", 
terus gak sengaja kepencet SEND sangking groginya.

"OHHHH!! JADI UCOK YANG AKU KENAL, GAK SOPAN KAYAK GINI TOH!! KITA PUTUS!!" bales Butet dengan mode Capslock jebol yang tampak menggambarkan kemarahan dan akan mencincang-cincang bulu hidung Ucok.

"Loh, kita kan belum jadian?" jawab Ucok bingung.

"DIAM!!! HAPUS WA AKU SEKARANG!!!" balas Butet yang masih dengan Capslock tak terkendali.

"Tapi, tet... :(," balas Ucok lagi. Kali ini dengan menambahkan Emoticon sedih dengan harapan Butet simpati dengan Ucok, ikut merasakan apa yg dirasakan Ucok.

"OH JADI KAU BILANG AKU KONTET?!" jawab Butet.

"BUTET WOII!!!!!!! BUKAN KONTET!! SETRUM AJA LAH AKU PAKEK POWERBANK" balas Ucok pasrah.

"Gak papa yang penting dia balas, itu artinya dia udah mau perduli ama aku" batin Ucok yang masih mau-maunya Positif Thingking.

2. Waktu Ucok berpapasan dengan Butet.

Salah satu alasan kenapa Ucok suka sama Butet karena menurut Ucok, Butet salah satu wanita tercantik di komplek tempat tinggalnya. Di mata Ucok, Butet itu 11:12 sama Acha Sinaga, walaupun di mata orang lain, butet itu Achak-Achakan. Jadi ada momen dimana Butet and friends, sedang Jogging sore-sore dan Ucok sedang makan Siomay, *dasarpemalassiucok.

"Hoooooaaaaai," sapa Ucok ke Butet yang sedang lari-lari manja yang terdengar gak jelas karena sambil mengunyah Siomay yang masih penuh di mulutnya dan ada Kuah Kacang yang menyangkut di sela-sela gusi dan gigi Ucok, Ide bagus buat ngembangin Lahan dan Kebun Kacang-kacangan dengan pupuk Jigong Ucok.

Butet pun melihat Ucok sinis dan beberapa saat kemudian membuang mukak.

"Yang penting dia ngelihat. Itu artinya dia perduli," lagi-lagi Ucok bisa-bisanya berfikir positif(Baca:begok).

"Sini tet, Istirahat dulu," ajak Ucok lagi sambil mengayun-ayunkan tangannya ke Butet yang sedang jogging-jogging manja.

"Apa sih?!" jawab Butet sambil melengos Pergi dan ngeliatin Ucok dengan Sinisnya.

"YES!! yang penting dia udah mau ngomong ke aku!!" ucap Ucok ke dirinya sendiri sambil mengepalkan kedua tangannya dan memundurkannya, mirip selebrasi para pemain Badminton Indonesia yang memenangkan medali Bulutangkis, ya walaupun Ucok juga berhasil memenangkan kejuaraan "Bikin Emosi Butet".

3. Waktu Ucok dan Butet satu kelompok tugas.


Ucok yang terkenal sebagai siswa paling pintar pelajaran komputer, menjadi pilihan banyak orang ketika ada tugas belajar kelompok. Butet yang sebenarnya MUAL, ENEK kurang respect sama Ucok terpaksa pasrah ketika Ucok memilihnya untuk menjadi anggota kelompok. Ucok yang memang menjadi Leader kelompok itu menjadikan Butet sebagai Sekretaris dengan tujuan semata-mata agar bisa lebih dekat dengannya.

"Tet, catetin rangkuman BAB I ya."
"Tet, catetin pertanyaan-pertanyaan kelompok lain ya."
"Tet, catetin nama kita dibuku nikah ya." perintah Ucok ke Butet.

"Ihh, najis," jawab Butet sambil memanyunkan bibirnya, membuat bibirnya kelihatan seperti ikan Mas kebanyakan makan Kerupuk.

"Kamu makin cantik ya kalo lagi marah sambil manyunin bibir gitu," Ucap Ucok dengan tatapan dalam, sambil memasang Ekspresi yang So Sweet dan muka yang diganteng-gantengin.

Butet pun Muntah Mencret selama 3 hari.

"Gak papa, yang penting dia mau sekelompok sama aku, itu artinya dia mau sama aku" Batin Ucok lagi-lagi dengan alasan Positif thingking yang Begok gak masuk akal.

Dari pengalaman-pengalaman diatas, akhirnya tibalah rasa gelisah di hati Ucok. Diiringi lagu Al, "Tembak Tidak ya" yang terputar di Radio di kamar Ucok, yang semakin melengkapi kegelisahan hatinya. Kegelisahan untuk mengajak Butet Ketemuan.

"Butet, hari sabtu kamu ada acara gak?" udah 2000 kali Ucok mengetik itu, 2000 kali juga dia menghapusnya.

"Butet, habis hari jumat hari apa?" ketik ucok lagi, yang malah kayak teka-teki nama-nama hari buat anak TK.

"Butet, papa kamu Striker MU ya?"
"Kok tau?"
"Karena kamu telah meLUKAKUkan hatiku,"

"Enggak, enggak" Ucok pun menyadarkan dirinya dari Khayalan tentang Papa Butet yang kalo ternyata adalah Lukaku beneran, bisa bikin Ucok ngompol pas ngetok pintu Rumah Butet seandainya ngapel kerumah Butet.

"Butet aku gak tau harus mulai darimana," tertera dilayar namun Ucok menghapusnya.
"Butet papa kamu?"
"UDAH TADI WOI!!" gerutu sisi iblis Ucok.

Semakin Ucok berfikir, semakin banyak kata-kata yang terlintas di kepalanya, semakin bingung dia untuk mengajak Butet. Akhirnya dia memberanikan diri untuk nekad dan gak perduli apapun resikonya, yang penting mencoba untuk mengajak dulu.

"Butet, malam minggu kamu ada acara gak? makan BPK(Babi Panggang Karo) yok di Lau Borus di Putri Tujuh?" dengan nekad akhirnya Ucok Ngesend WA itu kepada Butet dan tak butuh waktu lama untuk melihat status WA si Ucok menjadi Ceklis dua, tanda kalo WA itu telah masuk dengan selamat di Hape Butet.

Dengan gugup dan keringat dingin, Ucok menunggu balesan Butet. Ucok membalikkan hapenya diatas kasur sangking takutnya melihat apa respon dari Butet. Beberapa saat kemudian hapenya bergetar, Ucok mengambil ancang-ancang, menarik nafas,

"Huuuuhhh, Haaaah," dan membuangnya. Detak jantung Ucok berdegup cepat dan tak beraturan. Diam diam dia mengintip pelan-pelan apa yang tertera di hapenya, gak begitu jelas, namun terlihat huruf "T".

"YA, YES! ITU DIA!" teriaknya sangking senangnya.

setelah mengintip pelan-pelan, akhirnya terlihat jelas bahwa yang tertera di HPnya Ucok adalah SMS dari Telkomsel.

"AYO AKTIFKAN iRing Nella Kharisma-Jarang Goyang, Rp.0,1 lho. Langsung balas YA aja ya!"

Ucok pun ingin berkata kasar.

Hampir sejam lebih Ucok menunggu, Akhirnya kali ini benar-benar WA dari Butet. Butet pun membalas WA Ucok,

"G BS" isi WA Butet yang dibaca Ucok. Ucok pun mencari Tali dan ingin menggantungkan dirinya di atas pohon Toge.

Meskipun aku sama seperti kalian Zonkblo, udah Zonk, Jomblo lagi. Namun berdasarkan pengalaman dari seorang Zonkblo kayak aku, yang udah lumayan makan Asam Garam dunia persilatan, yang udah sering terluka karena harapan *sokiya, 

Tips agar kita semua para cowok gak bernasib sama seperti Ucok adalah,

1. Pahami kode penolakan yang dilontarkan si doi.

Kalo kalian Chatting dengan si doi dan situasi Chatting tidak kondusif, alias kalian seperti wartawan yang mewawancarai Artis, Ya you must know, that's a Rejected Code!. Namun terkadang ada cewek yang emang pemalu, sehingga terkadang dia ngepasang Self Defense berupa kejutekan biar terkesan tidak Murahan, Yes, we all know Woman is the hardest thing to understand. Nah kapan batas kalian sabar menunggu Kode Penolakan ini? Dengan 2-5 kali ajakan untuk ketemu. Kenapa gak 6 kali? kenapa gak 7 kali?. Pada dasarnya, gak susah kok mengajak wanita yang sudah tertarik dengan kita untuk ketemu. Bahkan dia yang akan mengajak ketemu tanpa bersusah payah apabila sudah tertarik, Jadi kalo ajakanmu udah berulang-ulang kali ditolak? Ya! Pindah map! cari Wilayah lain!.

2. Tahu kapan harus mundur.

Hayo? Siapa yang Chat Sering, ketemu Kagak? takut teman chat hilang karena kalo ketemu bakal liat aslinya kita? bakal tau kekurangan kita? hey. Open Your Eyes. Chat itu hanya media komunikasi breee, it's time to you to meet her *janganngomongajakauyos.

Percakapan dengan Icha Uttaran.

"Cha, hari sabtu ada acara gak?"
"Aku kerja yos,"
"Kalo minggu cha?"
"Kerja juga yos,"
"Kalo senin-minggu, freenya hari apa aja cha?"
"Tiap hari aku kerja yos,"
"pulang jam berapa cha?" *edisigakmaunyerah
"Pulang jam 5 sih yos, cuman OT 7 jam pulang jam 12 malem, gitu terus yos tiap hari"

*ketukangtatoobikintatoohatiretak 

Kalo situasi udah semantap ini, kalian udah tau lah ya harus kemana? Tukar Persneling ke gigi "R" alias MUNDURR!!

3. Sabar dan jangan maksa

Terkadang dia asik di chat, kita benar-benar chatting dan saling ngisi dan sering ketawa-ketawa bareng via chat, nah ini udah awal yang baik untuk melanjutkan ke Ketemuan, namun kita harus bisa baca situasi, kalo dia memang lagi sibuk dan kesibukannya masih masuk di akal, kita harus sabar untuk memahami kesibukan dia, jangan sampek kayak Icha Uttaran diatas.

Percakapan impian dengan Shela Dara Aisha

"Shel, nanti malem nonton WARKOP DKI REBORN 2 yuk?"
"Aduh yos, sorry banget ya, aku lagi gak bisa nemenin kamu nonton. Aku lagi ada bimbingan skripsi soalnya"
"Oh iya gpp kok shel, next time deh," *pengertian

"Shel, temenin aku ke Gramedia yuk cari buku?"
"Duh yos, sorry banget nih bukannya gak mau nemenin, aku lagi ada Revisi Skripsi nih, next time deh ya,"
"Oke gpp shel, gitu aja terus sampek Wisuda" *mulaiemosi

Intinya harus sabar dan jangan maksa, bisa jadi dia memang sibuk. Kasih rentang jarak mengajak dan kamu harus cari kesibukan, bisa isi waktu dengan apa yang menjadi Passion kamu.

4. Ajak! Jangan kebanyakan mikir, nanti kan...

Inti dari Postingan kali ini adalah mengajak Gebetan, kalo semua tanda sudah positif, jangan ragu untuk mengajak dia Ketemuan. It's time bro! It's time to enjoy moment with her. Kesempatan yang mungkin bisa membuat hubungan kalian ke Next Level. Bisa Good Level or Bad Level, yang paling penting kalian udah mencoba. Setidaknya udah menyediakan waktu buat ketemu artinya kita udah mengantongi satu kartu yang artinya dia udah mulai sedikit tertarik oleh pesona kita *huek, kecuali kalo dia ketemu buat nagih hutang. Jangan mikir nanti kalo ketemu, dia bakal ilfeel, nanti dia bakal menjauh, nanti dia bakal Robekin Dress nya sambil teriak "I AM GROOT!", 

Skip.

Oke demikian tips yang bisa kalian praktekkin ke gebetan kalian. Niscaya kalian bakal gak sukses dalam mengajak Gebetan kalian ketemuan.

Kalau kalian punya tips yang lebih gokil, atau lebih jitu share ya di kolom komen. Kalau punya Pengalaman Gila menghadapi si Doi silahkan share di kolom komen.

BRAVO GOOD PEOPLE!!