Buat kalian yang mencintai dalam diam, The Secret Admirer!




"Nih cewek gak cantik sih, tapi kok lucu ya?" Batin Ucok sambil memandangi Foto selfi seorang Wanita di Instagram. Wanita yang memang tak asing buatnya, Wanita yang memiliki nama akun @Butet_.

Ucok hanya mampu menatapi wanita pujaannya itu dari jauh tanpa berani untuk berkenalan secara langsung, gimana mau berkenalan? ketika Ucok sedang asik memandangi Butet dari Taman sekolah, ternyata celana biru panjangnya(Celana SMP) mendadak basah kuyup(Baca:ngompol).

"Mau sampek kapan kek gini terus?" tanya Kael sahabat Ucok yang mendadak memecah lamunan Ucok yang sedang memandangi Butet dengan Mupeng.

"Entah lah, kayaknya kayak gini aja lebih baek lah," Jawab Ucok jalan sambil ngangkang-ngangkang karena habis ngompol.

"Payah lah kau!" bentak Kael.

Meskipun dikecam oleh sahabatnya, Ucok tetap lebih memilih menyimpan kekagumannya kepada Butet, menyembunyikan Cintanya dibalik Layar Imajinasi di kepalanya, bagi Ucok itu sudah lebih dari cukup.

"Cantik ya si Butet lae," Kata Ucok berbunga-bunga setelah tenggelam dalam khayalan tentang Butet.

Kael yang hampir operasi gondok karena ulah Ucok yang gak berani take action akhirnya dengan nekad menghampiri Butet dan kawan-kawannya.

"Woi, Butet!" panggil Kael.
"Iya, kenapa ya?"
Ucok mulai panik, detak jantungnya bertambah kencang, matanya terbelalak, air liurnya tumpah, Jigongnya keluar dari sarangnya, mulai ada aroma-aroma tak sedap di sekitarnya.
"Itu ada yg kirim salam, kawanku si Ucok," kata Kael menunjuk ke belakang ke arah Ucok yang sedang kaku melihat tindakan Kael.
"Mana?" Jawab Butet celinguk sambil melihat ke arah Ucok.
Ucok dan Butet beradu tatap, Ucok pingsan. Ucok di bawa ke ruang UKS dan entah kebetulan atau bagaimana ternyata Butet adalah pengurus PMR sehingga ikut membantu merawat Ucok.

Sekitar 99 tahun di ruang UKS, akhirnya Ucok mulai sadar, pelan-pelan dia mulai membuka matanya, samar-samar mulai dia melihat sahabat terbaiknya yang setia menunggu, Kael.

"Udah berani kan aku kael? Udah ku tatap kali pun mata si Butet tadi," Ucap Ucok dengan sombongnya seolah melupakan kalo dia habis pingsan setelah beradu tatap dengan Butet.

"Ucok gapapa kan?" tanya Butet yang mendadak masuk ke dalem ruang uks yang daritadi menunggu diluar.

Ucok pingsan lagi.

"Kenapa sih dia?" tanya Butet ke Kael.

"Gak tau aku, banyak makan Micin gitu lah!" jawab Kael.

Ditengah Pingsannya Ucok, Kael dan Butet masih menunggu dan menjaga. Namun Ucok malah sempat-sempatnya ngigau,

"Butet kau mau gak jadi pacar aku?" tanya Ucok.
...
"Apa?! Kau mau tet?! ini beneran kan? ga bohong kan? ini ga mimpi kan? Butet coba cubit aku? cubitt?! coba tampar aku?! tampar?! coba setrum aku?! setrum?!"

Butet dan Kael pandang-pandangan heran.

Akhirnya atas saran Kael, Butet pun meninggalkan ruang UKS dan melanjutkan pelajaran ke kelas dan tak beberapa lama Ucok pun sadar dan terbangun.

"Mana Butet kael?" tanya Ucok.
"Udah kusuruh dia kekelasnya, pingsan lagi kau nanti,"
"Bah?! Kok sepele kali kau?! udah mau kumintakkan kian tadi nomor hapenya itu padahal?!" lagi-lagi Ucok menjawab dengan sombong.
"Ku setrum lah kau ya pakek Genset?! Udah 188 tahun kau gak bangun-bangun, tengok kita, gara-gara kau pingsan, Masih SMP kita kan, Mukak kita udah kek opung-opung gini!" Bentak Kael.

Ucok tersenyum Pahit.

Begitu lah aksi 'Cinta dalam diam' yang dilancarkan Ucok di sekolah. Ketika sampai rumah dan membuka sosial Media pun nama pertama yang disearchnya adalah Butet, baik itu Instagram, Facebook dan Omegle, Oke Omegle enggak-enggak *hahaha. Dekorasi kamar Ucok pun penuh dengan Foto-foto Butet yang ditempelkannya di dinding-dinding kamarnya. Berbagai ekspresi Foto Butet berhasil dikoleksi Ucok, Foto ekspresi senyum, ekspresi manyun, ekspresi sedih, dan ekspresi ngeden. Semuanya tergantung rapi di Kamar Ucok. Di tiap harinya Ucok hanya membatin sambil ngomong "Nih cewek gak cantik sih, tapi Lucu juga ya,". Walaupun begitu, Ucok punya 1 foto di kamarnya yg ada berdua dengan Butet, Foto bersampingan, yang lebih tepatnya, Foto Butet sendirian tapi disampingnya ditempel potongan foto kepala Ucok, ngebuat Ucok sama Butet kayak kembar dempet. Selain foto,  Ucok pun sering membuat puisi yang mewakili perasaannya ke Butet. Ucok yang biasanya Bahasa Indonesia nilainya merah entah kenapa semenjak mengagumi Butet, dia bisa seperti Pujangga-pujangga cinta, seperti pendekar-pendekar sajak. Puisi-puisi seperti,


Butet, Oh buteet...


Mata kau begitu Indah. 

Tatapanmu selalu membuatku Resah

Senyum di ujung bibirmu

Selalu sukses membuatku terbujur kaku



Aku yang mungkin hanya
Mencintai tanpa disadari
Bukan...
Mencintai tanpa mau disadari olehmu

Senyummu yang tampak olehku dari jauh
Sudah cukup untuk menyiram hatiku
Walaupun kusadari senyum itu bukan untukku
Namun tetap... 
senyummu adalah air kebahagiaanku
Kebahagiaan yang akan membuat
Benih-benih cinta ini 
Suatu saat nanti akan tumbuh
Ucok si pangeran Katakmu


Begitu lah keseharian Ucok, Entah kenapa ketika bertemu atau berpapasan dengan Butet, Ucok mendadak jadi penyakitan, Tiba-tiba Keringat dingin lah, Deg-degan lah, tiba-tiba Amnesia lah dan tiba-tiba kena M*ncret Kronis lah. Tak jarang Ucok masuk ruang ICU setelah bertemu Butet.

"Apa keluhan kamu nak?" tanya Dokter Kandungan ke Ucok.
"Gak tau dok, tiba-tiba jadi penyakitan aku waktu ketemu Butet," jawab Ucok sambil memasang muka manja-manja gak tau diri.
"Siapa emang Butet itu?"
"Calon cewek aku lah dok,"

Dokter pun jijik mendengarnya.

Oke maaf buat cerita sedikit absurd diatas.

Berbicara tentang pengagum rahasia, menurut aku, Secret Admirer itu orang yang milih menyimpan rasa kagum atau perasaan cinta dan rasa sayangnya sebatas di angan tanpa sedikit pun memiliki keberanian untuk mewujudkannya. Miris memang, tapi entah kenapa orang-orang seperti ini biasanya sulit untuk disadarkan. Secret Admirer ini juga punya level-level tertentu versi aku yaitu, 

1. Level Sniper.

Secret Admirer tipe ini yaitu tipe serba jarak jauh, dimana dia hanya berani melihat gerak-gerik si Gebetannya dari jauh, hanya bisa stalking sosial medianya tanpa berani ngechat, selalu memperhatikan dari jauh tanpa punya keberanian untuk berkenalan atau bahkan melihat sang gebetan lebih dekat. Hanya bisa memandang langit yang sebenernya awannya sedang amburadul tapi imajinasinya merangkai seolah-olah awan itu membentuk nama si Doi, misalnya kyak Helen, Marissa, Bambang.

2. Level Prajurit Magang.

Level Secret Admirer yang ini sedikit lebih baik, dia mulai berani berkenalan namun cuma sebatas itu. Kalo pun berani Chat di sosmed itu juga dengan modus yang benar-benar basi seperti,

"Tet, besok ada PR gak?"
"Tet, hari kamis pake baju Olahraga kan?"
"Tet, ayo join MLM, setahun ikut, bisa beli kapal pesiar"

Nah biasanya kalo udah di Level Prajurit Magang si Doi itu kadang responnya positif dan udah mulai ngasih tanda-tanda misalnya dia nyubit-nyubit kecil pas lagi bercanda, walaupun habis dicubit besoknya kita dirawat ke ahli urat saraf. Sebenernya tinggal tembak, tapi? lebih memilih dipendem, Yaah namanya juga prajurit magang belum berani narik pelatuk di pistol.

3. Level Jendral Bimbang.

Nah di level ini sebenernya semua berjalan positif, positif banget. Dari mulai perkenalan terus chat di sosial media terus sesekali pergi jalan bareng dan kadang-kadang curhat-curhat masalah-masalah yang udah mulai sensitif dan pribadi. *cieee
Udah mulai saling perhatian satu sama lain,

"Kamu bangun tidur jangan lupa nafas ya," isi Wa Butet ke Ucok.
"Iya kamu juga ya tet, kamu juga jangan lupa itung berapa butir nasi yang kamu makan ya, pokoknya aku harus tau," balas Ucok.

Semua udah positif namun keseringan ngebatin-ngebatin seperti,

"Ah dia kyaknya nganggap aku sahabat aja deh,"
"Ah dia kyaknya nganggep aku Abang GoKek aja deh,"
"Ah dia kayaknya ga nganggep aku deh,"

Gitu aja terus sampek waktu menghantarkanmu melihat kenyataan bahwa rambut yang sebenernya akan kau elus bakal dielus oleh orang lain, lebih tepatnya cowok lain. Ngarep sih tapi kebanyakan ragunya. Miris!.   



Aku pun pernah berada di fase ini, fase dimana imajinasiku membayangkan kebersamaanku dengan sosok yang kukagumi, namun imajinasiku juga yang membuat seolah-olah itu menjadi ketakutan besar ketika aku bertemu atau berpapasan dengannya. Misalnya pas lagi suka ama satu cewek ngebayangin gimana bisa jalan bareng ama dia, ngobrol bareng, ketawa bareng sambil sesekali dicubit-cubit kecil olehnya, yang dicubit tangan tapi yang kerasa malah hati tapi aku yakin imajinasi ketakutan kadang muncul dan ini biasanya berasal dari logika, misalnya ketika kita mau ngajak kenalan takutnya datang cowoknya lah, atau datang Mamanya lah, atau datang bulannya lah, *apasih. Tapi biasanya Logika dari pelaku Secret Admirer ini lah yang justru sering menjebak mereka untuk lebih memilih diam, menyimpan tanpa pernah mengungkapkan, menanam tanpa pernah ditunjukkan buah-buah cintanya, nyaman memendam, terhindar dari malu apabila mengambil resiko.

Hey! Stop It!

Oke fine hidup itu pilihan dan kita bebas memilih bagaimana cara kita, tapi ingat, gelisah dan angan tentang dia lebih baik jangan disimpan. kalo pengen lebih dekat lebih baik take action. Ingat! Ditolak itu resiko, tapi Diterima dengan baik juga peluang, kenapa takut mengambil peluang tersebut? Terkadang kita terlalu takut sama kenyataan yang kita bangun sendiri padahal itu hanya ketakutan belaka tanpa pernah benar-benar terjadi. Pernah gak sih kita deg-degan kenalan ama orang yang benar-benar kita suka tapi kita coba untuk serileks mungkin berkenalan dengan dia walaupun sebenernya kita sedang grogi? Yakin lah, apabila melihat senyum merekah dari kenalan kita itu sudah bisa dipastikan kita udah hampir berhasil di proses perkenalan dan entah kenapa tiba-tiba timbul rasa kebanggaan dan juga keyakinan pada diri sendiri bahwa semuanya ga seburuk apa yang kita takutkan, bukan?

Dalam semua hal pasti lah ada resiko gagal, nah takut gagal ini yang biasa jadi bensin buat para Secret Admirer untuk terus melanjutkan aksi Cinta Dalam Diam nya, padahal apa salahnya mencoba toh selain gagal kan ada peluang berhasil?.

Oke ini akhir dari postingan ini, sorry kalo sedikit memojok-mojokkan secret admirer, menurutku sih bukan memojokkan tapi membantu Secret Admirer untuk membuka matanya melihat sisi positif dari suatu hal. Peace yak yang lagi Secret-secretan.

Terima kasih buat para pembaca blog ini.

Mari berteman di sosial media,

IG : @yosafatagape
FB : Yosafat Agape Christian Sirait

BRAVO GOOD PEOPLE !!!!







Previous
Next Post »
0 Komentar

YUK DITUNGGU KOMENTARNYA TEMAN-TEMAN